Korban Banjir Sumatera Tembus 1.178 Jiwa, Pengungsi Melonjak ke 242 Ribu

- Selasa, 06 Januari 2026 | 17:12 WIB
Korban Banjir Sumatera Tembus 1.178 Jiwa, Pengungsi Melonjak ke 242 Ribu

Data korban bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera kembali diperbarui oleh BNPB. Angkanya, sayangnya, masih terus bergerak.

Abdul Muhari, Kapusdatan BNPB, mengonfirmasi adanya penambahan satu korban jiwa pada Selasa (6/1) kemarin. Korban terbaru ini berasal dari Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

"Ini masih ada penambahan dari Tapanuli Tengah, korban meninggal dunia satu jiwa. Sehingga total korban per hari ini 1.178 jiwa," ujar Aam, sapaan akrab Abdul Muhari, dalam jumpa pers.

Di sisi lain, ada sedikit kabar yang bisa dibilang 'stabil' di tengah situasi yang suram ini. Untuk korban hilang, angka 148 orang belum berubah sejak laporan terakhir. "Untuk korban hilang ini tidak bertambah," jelas Aam.

Kalau dirinci, provinsi Aceh masih mencatatkan jumlah korban jiwa tertinggi, yakni 543 orang. Sementara itu, kabar buruk datang dari Agam, Sumatera Barat. Daerah itu menyumbang angka tertinggi untuk korban hilang, dengan 74 orang belum ditemukan.

Pencarian, tentu saja, belum berhenti. "Operasi pencarian dan pertolongan masih diteruskan sampai tanggap darurat provinsi dievaluasi di tanggal 8 Januari," tutur Aam. Masih ada waktu, meski sempit.

Lalu, bagaimana dengan mereka yang selamat? Nasib mereka tak kalah memprihatinkan. Jumlah pengungsi kini membengkak jadi 242.174 orang. Pemandangan tenda-tenda darurat dan posko pengungsian masih mendominasi di beberapa titik.

Rinciannya, Aceh lagi-lagi menjadi wilayah dengan beban terberat. Sekitar 217 ribu pengungsi berasal dari sana. "Rincian kabupaten/kota yang paling banyak pengungsi itu: Aceh Tamiang 74 ribu, kemudian Aceh Utara 67 ribu, Gayo Lues 19 ribu," papar Aam membeberkan data yang membuat kita semua miris.

Angka-angka itu bukan sekadar statistik. Di baliknya, ada cerita pilu, kehilangan, dan ketidakpastian yang masih menyelimuti ribuan keluarga.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar