Isu Greenland kembali memanas. Kali ini, peringatan keras datang dari Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen. Ia menyebut ambisi Amerika Serikat untuk menguasai wilayah otonom itu bisa berakibat fatal: berakhirnya aliansi NATO.
“Jika Amerika Serikat memilih untuk menyerang negara NATO lain secara militer, maka semuanya berhenti,” tegas Frederiksen.
“Termasuk NATO kita, dan dengan demikian keamanan yang telah diberikan sejak berakhirnya Perang Dunia Kedua,” lanjutnya.
Peringatan itu bukan tanpa sebab. Presiden AS Donald Trump memang berulang kali menyatakan keinginannya mengambil alih Greenland. Alasannya, wilayah itu dinilai sangat strategis di kawasan Arktik. Namun begitu, Frederiksen mengingatkan bahwa Greenland adalah bagian dari Kerajaan Denmark dan dilindungi oleh payung pertahanan NATO.
Trump sendiri terlihat serius. Kepada wartawan, ia pernah mengatakan akan “membicarakan Greenland dalam 20 hari”, sambil menegaskan wilayah itu seharusnya berada di bawah kendali AS. Bagi Washington, nilai Greenland sangat besar. Posisinya yang terletak di antara Eropa dan Amerika Utara menjadikannya lokasi ideal untuk sistem pertahanan rudal. Belum lagi kekayaan mineralnya yang melimpah, yang bisa mengurangi ketergantungan AS pada impor dari China.
“Greenland dipenuhi kapal-kapal Rusia dan China di mana-mana,” ujar Trump, membenarkan kekhawatirannya.
“Kami membutuhkan Greenland dari sudut pandang keamanan nasional, dan Denmark tidak akan mampu melakukannya,” tambahnya.
Dan ia tak menampik opsi militer. Situasi makin tegang setelah operasi AS di Venezuela yang menargetkan Presiden Nicolas Maduro. Di sisi lain, pengangkatan Gubernur Louisiana Jeff Landry seorang pendukung aneksasi Greenland sebagai utusan khusus AS untuk Arktik, juga dianggap sebagai sinyal kuat.
Artikel Terkait
Bos Kejahatan Cyber Chen Zhi Diekstradisi dari Kamboja, Aset Triliunan Rupiah Disita
Perselingkuhan Berulang: Kapan Batas Kesabaran dalam Rumah Tangga?
Prabowo Tegaskan Bonus Rp 456 Miliar untuk Atlet SEA Games Bukan Upah, Melainkan Tabungan Masa Depan
Perutmu Bisa Jadi Korban dari Terlalu Banyak Baca Berita Politik