Parji dapat order untuk meroasting kepala desa Polowiji dan wakilnya. Cuma buat seru-seruan aja sih, santai.
Usai pertunjukan, suasana agak berbeda. Kepala desa mendekati carik, wajahnya penuh tanda tanya. "Menurutmu," tanyanya, "kenapa ya lebih banyak yang baper waktu Parji ngeroasting wakilku? Kok sepi yang tersinggung saat giliranku? KEMANA PENDUKUNGKU?"
Carik hanya tersenyum simpul. Lalu dia menjawab dengan nada yang enteng, tapi maknanya dalam.
"Menurut keyakinan saya ya, Bapak jadi kepala desa itu kan berkat jasa pendukung wakil. Tanpa mereka? Bapak mungkin cuma mentok jadi ulu-ulu. Masih di bawah saya, xoxoxoxo."
Artikel Terkait
Banjir Rendam Sejumlah Titik di Makassar, Tello Baru Terparah
Gempa Magnitudo 3,2 Guncang Sukabumi, Tidak Ada Laporan Kerusakan
Harga Emas Batangan Pegadaian Naik Rp 38.000 per Gram
Menkeu Tegaskan Dana LPDP dari Pajak dan Utang, Ancam Pencabutan bagi yang Hina Negara