Parji dapat order untuk meroasting kepala desa Polowiji dan wakilnya. Cuma buat seru-seruan aja sih, santai.
Usai pertunjukan, suasana agak berbeda. Kepala desa mendekati carik, wajahnya penuh tanda tanya. "Menurutmu," tanyanya, "kenapa ya lebih banyak yang baper waktu Parji ngeroasting wakilku? Kok sepi yang tersinggung saat giliranku? KEMANA PENDUKUNGKU?"
Carik hanya tersenyum simpul. Lalu dia menjawab dengan nada yang enteng, tapi maknanya dalam.
"Menurut keyakinan saya ya, Bapak jadi kepala desa itu kan berkat jasa pendukung wakil. Tanpa mereka? Bapak mungkin cuma mentok jadi ulu-ulu. Masih di bawah saya, xoxoxoxo."
Artikel Terkait
Perutmu Bisa Jadi Korban dari Terlalu Banyak Baca Berita Politik
Sepuluh Hari Terendam, Pengungsi Banjar Masih Bergantung pada Jadwal Makan Tak Pasti
Golkar Tegaskan Pilkada Lewat DPRD Bukan Kembali ke Orde Baru
Wagub Jabar Minta Kepala Daerah Gelar Nobar, Antisipasi Bobotoh Serbu GBLA