tegasnya.
Agus juga menyampaikan apresiasi yang mendalam. “Kami sampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang sudah membantu kami,” katanya. Ratusan relawan dari berbagai unsur telah turun tangan, berjibaku di medan terjal Slamet.
Kisah hilangnya Syafiq berawal Sabtu, 27 Desember lalu. Ia mendaki bersama temannya, Himawan Haidar Bahran, lewat Basecamp Dipajaya di Pulosari, Pemalang. Rencananya cuma pendakian singkat, naik-turun tanpa menginap.
Namun di tengah pendakian, nasib malah berbalik. Himawan mengalami cedera kaki. Syafiq pun berinisiatif turun duluan untuk mencari bantuan. Sejak itulah ia tak kembali.
Khawatir, tim relawan gabungan kemudian bergerak pada Minggu malam. Mereka mencari kedua pendaki itu. Himawan akhirnya ditemukan di Pos 9 dalam keadaan lemas dan berhasil dievakuasi Selasa (30/12).
Tapi untuk Syafiq, hingga hari ketujuh pencarian, alam seakan menelan begitu saja. Tak ada jejak, tak ada petunjuk. Operasi pun terpaksa ditutup, meninggalkan ruang kosong yang masih menunggu.
Artikel Terkait
Mobil Pengacara Dibakar, Diduga Terkait Penolakan Pemindahan Masjid
KSAD Sindir Fenomena Bantuan Seremonial di Lokasi Bencana
Tompi Tersinggung Kritik Pandji ke Gibran, Netizen Soroti Sikapnya pada Akun Fufufafa
Badai Salju Lumpuhkan Eropa, WNI Dinyatakan Aman