Operasi pencarian untuk Syafiq Ridhan Ali Razan, pendaki berusia 18 tahun asal Magelang yang hilang di Gunung Slamet, akhirnya dihentikan. Pencarian yang sudah berjalan tujuh hari itu resmi ditutup Senin sore kemarin.
Keputusan ini, menurut Kepala BPBD Pemalang Agus Ikmaludin, diambil setelah tim tak menemukan satu pun jejak yang mengarah pada korban. Padahal, upaya sudah dilakukan maksimal.
“Pencarian selama enam hari tidak ditemukan tanda-tanda jejak korban. Berdasarkan SOP SAR tujuh hari, maka keputusan untuk operasi SAR hari ini adalah opsar terakhir. Opsar ditutup pukul 16.00 WIB,”
ujar Agus.
Ia menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan keluarga Syafiq soal penghentian operasi ini. Meski begitu, bukan berarti semua usaha berhenti total.
“Akan diubah menjadi pemantauan. Sampai hari terakhir ini juga belum ditemukan jejak korban,”
tegasnya.
Agus juga menyampaikan apresiasi yang mendalam. “Kami sampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang sudah membantu kami,” katanya. Ratusan relawan dari berbagai unsur telah turun tangan, berjibaku di medan terjal Slamet.
Kisah hilangnya Syafiq berawal Sabtu, 27 Desember lalu. Ia mendaki bersama temannya, Himawan Haidar Bahran, lewat Basecamp Dipajaya di Pulosari, Pemalang. Rencananya cuma pendakian singkat, naik-turun tanpa menginap.
Namun di tengah pendakian, nasib malah berbalik. Himawan mengalami cedera kaki. Syafiq pun berinisiatif turun duluan untuk mencari bantuan. Sejak itulah ia tak kembali.
Khawatir, tim relawan gabungan kemudian bergerak pada Minggu malam. Mereka mencari kedua pendaki itu. Himawan akhirnya ditemukan di Pos 9 dalam keadaan lemas dan berhasil dievakuasi Selasa (30/12).
Tapi untuk Syafiq, hingga hari ketujuh pencarian, alam seakan menelan begitu saja. Tak ada jejak, tak ada petunjuk. Operasi pun terpaksa ditutup, meninggalkan ruang kosong yang masih menunggu.
Artikel Terkait
Makassar Alokasikan Rp10,6 Miliar untuk Bangun Jalan Akses TPA Antang
Catatan Harian Ungkap Jaringan Dakwah Ulama Sulsel KH Ahmad Surur
Anggota DPR Desak Penyelidikan Kasus Sea Dragon Sampai ke Aktor Intelektual
Dua Perwira Polres Toraja Utara Ditahan Terkait Dugaan Jaringan Narkoba