Banjir Bandang Guci: Bencana Alam atau Ulah Manusia?
Oleh: Musbiyanto (Kang Bie), Ketua DPW Koalisi Kawali Indonesia Lestari (KAWALI) Jawa Tengah
Kawasan wisata Guci di Tegal baru saja dilanda bencana. Air bah menerjang, tanah longsor mengancam. Tapi benarkah ini murni musibah alam? Menurut sejumlah saksi dan pengamatan di lapangan, ada faktor lain yang jauh lebih mengkhawatirkan.
Struktur geologi di sana memang labil. Curah hujan ekstrem juga jadi pemicu. Namun begitu, akar masalahnya mungkin terletak pada apa yang terjadi di atas bukit. Pengundulan hutan secara masif telah merusak tutupan hijau. Akibatnya, ketika hujan deras mengguyur, tanah tak lagi punya penahan. Air pun meluncur tak terkendali, menghanyutkan segalanya.
Aktivitas di lereng-lereng itu jelas-jelas merusak. Daya rusaknya sudah terbukti. Ini bukan lagi kesalahan, tapi sebuah kejahatan lingkungan yang harus diusut tuntas.
Kami mendesak pemerintah untuk transparan. Buka data dan identitas perusahaan-perusahaan yang diduga terlibat dalam pelanggaran ini. Jangan ada yang ditutup-tutupi. Pemerintah harus tegas menjalankan undang-undang dan memberi sanksi berat. Kalau tidak, mereka akan dicap sebagai pihak yang membiarkan, bahkan menjadi bagian dari perusak lingkungan yang menyebabkan penderitaan ini.
Artikel Terkait
Prabowo Canangkan Pengembangan Avtur dari Sawit dan Jelantah
Dominasi 61 Tahun Golkar di Sulsel Terpatahkan, Nasdem Jadi Pemenang Pemilu 2024
Gencatan Senjata AS-Iran Goyah, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz
Waterboom Grand Mall Maros Tawarkan Wahana Air Terjangkau di Dekat Makassar