Banjir Bandang Guci: Bencana Alam atau Ulah Manusia?
Oleh: Musbiyanto (Kang Bie), Ketua DPW Koalisi Kawali Indonesia Lestari (KAWALI) Jawa Tengah
Kawasan wisata Guci di Tegal baru saja dilanda bencana. Air bah menerjang, tanah longsor mengancam. Tapi benarkah ini murni musibah alam? Menurut sejumlah saksi dan pengamatan di lapangan, ada faktor lain yang jauh lebih mengkhawatirkan.
Struktur geologi di sana memang labil. Curah hujan ekstrem juga jadi pemicu. Namun begitu, akar masalahnya mungkin terletak pada apa yang terjadi di atas bukit. Pengundulan hutan secara masif telah merusak tutupan hijau. Akibatnya, ketika hujan deras mengguyur, tanah tak lagi punya penahan. Air pun meluncur tak terkendali, menghanyutkan segalanya.
Aktivitas di lereng-lereng itu jelas-jelas merusak. Daya rusaknya sudah terbukti. Ini bukan lagi kesalahan, tapi sebuah kejahatan lingkungan yang harus diusut tuntas.
Kami mendesak pemerintah untuk transparan. Buka data dan identitas perusahaan-perusahaan yang diduga terlibat dalam pelanggaran ini. Jangan ada yang ditutup-tutupi. Pemerintah harus tegas menjalankan undang-undang dan memberi sanksi berat. Kalau tidak, mereka akan dicap sebagai pihak yang membiarkan, bahkan menjadi bagian dari perusak lingkungan yang menyebabkan penderitaan ini.
Artikel Terkait
Prabowo Siapkan Kenaikan Gaji Hakim Ad Hoc, Besaran Masih Dihitung
Rajab dan Kesalehan yang Lupa Menjaga Bumi
Mutiara dari Timur: Bahlil Lahadalia Tersipu Saat Dijuluki Kolega di Acara Natal Nasional
Hakim Terkejut, Gaji Konsultan Nadiem Tembus Rp 163 Juta per Bulan