Di sisi lain, ada juga KDM yang disinggung. Reaksinya lain lagi. Alih-alih marah, dia malah balas ucapan terima kasih. Tapi sekaligus mengingatkan Panji untuk melihat dirinya sebagai "Gubernur Konten atau Kenyataan". KDM memang berbeda. Dia bukan tipe yang diam kalau dikritik, apalagi dijadikan bahan olok-olokan. Kalau perlu berkelahi, ya mungkin saja.
Inilah kekuatan media yang luar biasa. Acara Agustus lalu bisa melambung lagi sekarang, berkat platform streaming. Bahkan mungkin akan abadi. Special Show Panji itu memang bersejarah. Padahal, untuk menontonnya di Netflix kan berbayar, ya? Tapi justru karena diposting dan dibahas gratis di mana-mana, popularitasnya malah semakin menjulang.
Fenomena stand-up comedy Indonesia saat ini benar-benar di atas angin. Group-group baru bermunculan. Mereka tak cuma mengandalkan panggung, tapi juga merajai kanal YouTube. Bahkan sekarang merambah dunia film. Lihat saja "Agak Laen". Film yang dibintangi para komika itu tiba-tiba saja jadi film terlaris sepanjang masa. Luar biasa.
Sekarang, untuk jadi bintang film, nggak perlu wajah seganteng Reza Rahadian atau secantik Dian Sastro. Okky Rengga, mantan kiper PSMS Medan, saja bisa. Ini jelas era panen bagi komunitas Stand-up Comedy tanah air.
Menurut saya, inilah komunitas terkuat saat ini. Apalagi mereka mulai berkolaborasi dengan kelompok aktivis lainnya. Ke depan, bukan mustahil mereka jadi penentu arah di Republik ini. Syaratnya cuma satu: kalau mereka bisa menyatukan aspirasi untuk hal apa pun dengan kompak.
Ditulis oleh Erizal
Artikel Terkait
Tiang Monorel Mangkrak di Rasuna Said Akhirnya Dibongkar Malam Ini
Skripsi yang Tersandera Birokrasi: Gelar atau Gagasan?
Cinta yang Lelah di Tanah yang Terus Dijarah
Bolsonaro Terjatuh di Balik Jeruji, Dilarikan ke Rumah Sakit