Super Bigote di Balik Jeruji, Caracas Bergemuruh Menuntut Kembalinya Maduro

- Senin, 05 Januari 2026 | 10:48 WIB
Super Bigote di Balik Jeruji, Caracas Bergemuruh Menuntut Kembalinya Maduro

Suasana di jalanan Caracas pada Minggu (4/1/2016) itu benar-benar mencekam sekaligus penuh semangat. Ribuan pendukung setia pemerintah membanjiri jalan, menuntut satu hal: kembalinya Presiden Nicolas Maduro. Sehari sebelumnya, Sabtu (3 Januari), sang pemimpin dilaporkan ditangkap dan dibawa keluar negeri oleh Amerika Serikat. Kabar itu seperti menyulut bensin.

Lautan manusia itu tak hanya membawa spanduk. Beberapa di antaranya terlihat membawa senapan, sementara plakat bergambar wajah Maduro diacungkan tinggi-tinggi. Teriakan "Venezuela bersama Nicolas!" menggema di mana-mana, menunjukkan kesetiaan yang tak goyah meski negara dilanda krisis. Yang menarik, figur aksi Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dielu-elukan dengan julukan superhero: "Super Bigote" dan "Super Cilita".

Di sisi lain, kemarahan mereka jelas bukan hanya soal figur. Ada penolakan keras terhadap bayangan pemerintahan baru yang didikte oleh AS. Mereka menentang segala bentuk intervensi dari luar.

Suara itu terdengar lantang dari seorang perempuan bernama Yolanda Ivimas, seorang perwakilan medis yang ikut dalam aksi.

"Kami bebas dan berdaulat. Donald Trump tidak bisa memiliki minyak kami," ujarnya dengan tegas.

"Maria Corina, Rubio, Edmundo... tidak satu pun dari mereka akan memerintah kami. Kami punya presiden. Namanya adalah Nicolas Maduro."

Sementara para pendukungnya berdemo, Maduro sendiri konon sedang berada di balik jeruji. Ia ditahan di sebuah pusat penahanan di New York, menunggu sidang pengadilan yang dijadwalkan pada Senin (5 Januari) besok. Tuduhannya terkait narkoba.

Jarak antara Caracas dan New York terasa begitu dekat sekaligus jauh. Di satu kota, rakyatnya berjuang menyuarakan namanya. Di kota lain, sang pemimpin menghadapi proses hukum yang penuh ketidakpastian.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar