Suasana di jalanan Caracas pada Minggu (4/1/2016) itu benar-benar mencekam sekaligus penuh semangat. Ribuan pendukung setia pemerintah membanjiri jalan, menuntut satu hal: kembalinya Presiden Nicolas Maduro. Sehari sebelumnya, Sabtu (3 Januari), sang pemimpin dilaporkan ditangkap dan dibawa keluar negeri oleh Amerika Serikat. Kabar itu seperti menyulut bensin.
Lautan manusia itu tak hanya membawa spanduk. Beberapa di antaranya terlihat membawa senapan, sementara plakat bergambar wajah Maduro diacungkan tinggi-tinggi. Teriakan "Venezuela bersama Nicolas!" menggema di mana-mana, menunjukkan kesetiaan yang tak goyah meski negara dilanda krisis. Yang menarik, figur aksi Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dielu-elukan dengan julukan superhero: "Super Bigote" dan "Super Cilita".
Di sisi lain, kemarahan mereka jelas bukan hanya soal figur. Ada penolakan keras terhadap bayangan pemerintahan baru yang didikte oleh AS. Mereka menentang segala bentuk intervensi dari luar.
Suara itu terdengar lantang dari seorang perempuan bernama Yolanda Ivimas, seorang perwakilan medis yang ikut dalam aksi.
Artikel Terkait
Massa Gerebek Ponpes di Deli Serdang, Pelaku Asusila Klaim Suka Sama Suka
KPK Siap Jalankan KUHP dan KUHAP Baru, Tegaskan Kewenangan Tetap Utuh
Pemadam Kebakaran Edo Pamerkan Akrobatik di Atas Menara Bambu
Demokrat Laporkan Akun Medsos ke Polda, Tuding SBY Terlibat Isu Ijazah Jokowi