Jakarta Korban jiwa dari operasi militer Amerika Serikat di Venezuela terus bertambah. Menurut laporan terbaru The New York Times pada Ahad (04/01/2026), angka kematian kini mencapai 80 orang. Operasi yang terjadi Sabtu lalu itu memang berdarah.
Dan tampaknya, daftar itu belum final. Seorang pejabat senior Venezuela, yang dikutip oleh media AS tersebut, mengisyaratkan bahwa jumlah korban masih mungkin bertambah. Situasinya masih berkembang, dan hitungannya bisa berubah.
Sebelum kabar ini beredar, Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino sudah lebih dulu mengungkapkan dampak buruk dari serangan itu. Menurutnya, sebagian besar tim pengamanan yang bertugas melindungi Presiden Nicolas Maduro tewas dalam operasi tersebut. Sayangnya, Padrino tidak memberikan rincian angka pastinya.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump justru menyoroti keberhasilan operasi itu. Dalam pernyataannya, Trump mengklaim bahwa aksi militer AS berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores.
Artikel Terkait
Bonus Demografi atau Beban Masa Depan? Saat Satu Juta Sarjana Menganggur
Prabowo Sindir Pakar Ngarang di Podcast, Klaim Swasembada Beras Lebih Cepat dari Target
Hanya Dua Menit di Dunia, Tapi Penentu Nasib Abadi
Invasi AS ke Venezuela: Presiden Berbahaya untuk Taiwan?