Di sisi lain, dia mengusir lembaga AS yang dicurigai sebagai mata-mata. Kerja sama militer dengan rival-rival strategis Washington diperkuat. Venezuela jadi benteng anti-imperialis yang sulit ditembus di Amerika Latin langsung menantang Doktrin Monroe yang jadi pegangan AS selama ini.
Dukungan yang Tak Pernah Luntur untuk Palestina
Di tengah segala tekanan, sikap Maduro terhadap Palestina tetap teguh. Baginya, ini soal keadilan kemanusiaan, bukan cuma politik atau agama.
Dukungannya nyata. Sejak 2014, dia kirim ribuan barel minyak dan diesel ke Palestina untuk bantu atasi embargo Israel. Lewat program "Beasiswa Yasser Arafat", ratusan mahasiswa Palestina dapat kesempatan belajar kedokteran dan teknik di Venezuela.
Di forum PBB, Venezuela selalu jadi suara paling lantang menuntut pengakuan penuh negara Palestina. Dengan perbatasan 1967, dan Yerusalem Timur sebagai ibu kota.
Dalam KTT ALBA-TCP Desember 2024, Maduro bahkan punya visi yang lebih jauh.
"KTT ALBA-TCP suatu hari akan diadakan di Palestina… di Yerusalem."
Dia membayangkan Yerusalem masa depan: kota suci tempat semua etnis hidup damai, bebas dari cengkeraman kekuatan Zionis dan imperialis. Melalui ALBA-TCP, dia konsolidasikan solidaritas Amerika Latin untuk Palestina, mendorong negara anggota turunkan hubungan dengan Israel.
Mengutuk Genosida di Gaza
Sejak eskalasi serangan Israel ke Gaza akhir 2023, Maduro tak ragu pakai kata-kata keras. Dia sebut tindakan Israel di bawah Netanyahu sebagai "genosida paling mengerikan di abad ini."
Dalam pidato-pidatonya, dia sering bandingkan situasi Gaza dengan Holocaust.
"Apa yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina adalah apa yang dilakukan Nazi terhadap orang Yahudi."
Dia mengecam komunitas internasional, terutama AS dan Uni Eropa, karena standar ganda. Membiarkan puluhan ribu warga sipil, kebanyakan wanita dan anak-anak, jadi korban.
Keyakinan akan Kemerdekaan Palestina
Bagi Maduro, kemerdekaan Palestina adalah kepastian sejarah. Tak ada senjata yang bisa menghentikannya. Dia sering menyebut Palestina sebagai "Tanah Suci Kemanusiaan."
"Perjuangan Palestina adalah perjuangan paling adil dalam sejarah kemanusiaan."
Dia bahkan meminta Paus Fransiskus dan pemimpin agama dunia untuk lebih vokal menentang pendudukan Zionis. Visinya sederhana: Yerusalem harus kembali jadi kota damai untuk semua, bukan kota perang.
Kini, Maduro sendiri berada dalam situasi tak menentu. Diculik, jadi sandera. Tapi prinsip yang dia perjuangkan untuk Palestina, dan perlawanannya terhadap hegemoni AS, telah membekas. Tak hanya di Venezuela, tapi di banyak sudut dunia yang masih percaya pada kedaulatan dan keadilan.
Artikel Terkait
Prabowo Beri Sinyal Tegas: Pelanggar Hukum Harus Ditindak, Tak Ada Tawar-menawar
Pemimpin Separatis Yaman Hilang Usai Pesawatnya Tertunda, Saudi Lancarkan Serangan Udara
Ketika Kritik Diredam, Hukum Berubah Jadi Alat Penertiban
Prabowo Desak Jaksa Agung Perhebat Pemberantasan Korupsi di Tengah Panen Raya