Menurut pengamatannya, kinerja Prabowo sejak dilantik pada 20 Oktober 2024, bersama wakilnya Gibran Rakabuming Raka, dinilainya kurang greget. “Yang plonga-plonga itu,” selanya. Puncak kekecewaannya tampak saat menyoroti penanganan bencana banjir dahsyat di tiga provinsi Sumatera akhir November lalu. Respons pemerintah, dalam pandangannya, lamban dan tidak tegas.
Dari rangkaian pengamatan itulah Amien Rais sampai pada satu kesimpulan yang terdengar familiar.
Bagi Amien, situasi politik sekarang ini mirip dengan era akhir Orde Baru. Prabowo dan Jokowi, dalam analisisnya, adalah “11-12”. Sama saja. Dia tak lagi melihat perbedaan substantif antara keduanya. Justru, kepemimpinan Prabowo dianggapnya sebagai kelanjutan dari masalah yang sudah ada, bahkan mungkin puncaknya.
Pernyataan keras ini disampaikan Amien dalam sebuah video yang beredar. Dalam rekaman itu, eksponen reformasi 1998 itu terlihat menyampaikan pandangannya dengan nada yang tegas dan penuh kekhawatiran.
Artikel Terkait
Bank Dunia: Ekspor Komoditas dan Subsidi BBM Jadi Bantalan Ekonomi Indonesia
Anggota DPR Desak Polri Tindak Tegas Premanisme Usai Kasus Pengeroyokan di Purwakarta
Tabrakan Beruntun di Jalur Purworejo-Magelang Tewaskan Satu Orang
Presiden Prabowo Buka Munas IPSI, Dukung Pencak Silat Menuju Olimpiade