Jelang semester baru yang dimulai 5 Januari nanti, proses pembersihan sekolah-sekolah di Aceh yang hancur diterjang bencana benar-benar dikebut. Dari Pidie Jaya, Aceh Utara, hingga Aceh Tamiang, personel TNI AD bergerak ke berbagai titik. Tujuannya satu: memastikan anak-anak bisa segera kembali belajar.
Sejak Sabtu lalu, mereka turun langsung membersihkan satu per satu gedung sekolah. MIN 29 Aceh Utara, MIN 21 Aceh Utara, sampai SMAN 1 Baktiya jadi sasaran pertama. Tak hanya itu, sejumlah sekolah lain seperti SMPN 1 Lapang, SDN 19 Jambo Aye, dan TK Pelangi juga tak luput dari perhatian. Bahkan SDN 7 Kuala Simpang yang cukup parah kondisinya ikut dibersihkan.
Kerja mereka sungguh detail. Mereka masuk ke dalam kelas, membersihkan sisa lumpur yang sudah mengeras dengan siraman air. Di luar, tumpukan material sampah dan puing-puing bekas banjir dan longsor dipindahkan. Semua dikerjakan, meski medannya berat.
Di SDN 7 Kuala Simpang, hasilnya mulai terlihat. Lantai kelas sudah bersih, rak-rak buku pun mulai ditata rapi. Suasana berbeda terlihat di MIN 2 Meurah Dua. Di sana, lumpur masih menumpuk di halaman, bangku-bangku berserakan, dan untuk mengatasinya, alat berat seperti ekskavator pun harus diturunkan. Pemandangan yang kontras, tapi sama-sama butuh tenaga ekstra.
Selain sekolah-sekolah tadi, masih banyak lagi yang masuk daftar prioritas. Sebut saja TK Quratul Aqyun, PAUD Nurul Ikhlas, hingga Pondok Dayah Asasul Huda. Lalu ada SDN Grong-Grong, MTs Meurah Dua, dan MIS Al Amin. Daftarnya panjang, dan pekerjaan masih banyak.
Sebelumnya, Menko PMK Pratikno sudah menegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar di wilayah bencana tetap akan dimulai sesuai jadwal. Untuk sekolah yang rusak parah, pemerintah sudah menyiapkan tenda darurat sebagai ruang kelas sementara. Ini langkah darurat, tapi setidaknya proses belajar tak boleh terhenti.
Angkanya cukup mencengangkan. Berdasarkan data terbaru, ada sekitar 3.700 sekolah di Sumatra yang terdampak. Dari jumlah itu, 3.100 di antaranya mengalami kerusakan yang sangat berat. Fokus utama sekarang ya percepatan pembersihan, terutama untuk sekolah yang masih tertimbun material sisa bencana.
Artikel Terkait
Fortuner Modifikasi Jadi Gudang Solar, Sopir Tertangkap Basah Sedang Hisap Sabu
Tahanan Muda Meninggal di Medaeng, Fisik Anjlok dan Misteri Penyakit Pernapasan
Pendidikan Bukan Cuma Angka: Saatnya Kembali ke Esensi Belajar
Prabowo Soroti 55 Juta Penerima Makan Bergizi dalam Arahan Khusus ke Kabinet