Dago Masih Ramai, Pelat Luar Kota Mendominasi di Malam Terakhir Liburan

- Minggu, 04 Januari 2026 | 20:06 WIB
Dago Masih Ramai, Pelat Luar Kota Mendominasi di Malam Terakhir Liburan

Suasana Minggu malam di Jalan Dago, Bandung, masih jauh dari kata sepi. Deru mesin dan lampu-lampu kendaraan memenuhi jalanan, sementara pelat nomor dari berbagai penjuru B, F, T, dan lainnya terlihat silih berganti. Liburan memang hampir berakhir, tapi keramaian di kawasan ini sepertinya enggan surut.

Dari Simpang Dago hingga ke atas, lalu lintas bergerak padat merayap. Di trotoar, suasana tak kalah hidup. Kafe-kafe dan restoran tetap dipenuhi pengunjung yang ingin menikmati sisa waktu libur. Aroma kopi hangat bercampur dengan suara riuh percakapan, menciptakan atmosfer yang khas.

Menurut sejumlah saksi, kondisi ramai ini sudah berlangsung sejak pagi. Adi, seorang petugas parkir di salah satu tempat makan, mengkonfirmasi hal itu.

“Kalau dilihat dari pelat nomor, lebih banyak luar kota. Bandung cuma sedikit. Dari pagi sampe malam nggak pernah sepi,” ucapnya.

Ia tak berhenti mengatur kendaraan yang keluar-masuk, mencerminkan betapa tingginya aktivitas di lokasi itu.

Di antara kerumunan, ada Yadi bersama keluarganya. Mereka adalah wisatawan dari Bogor yang sengaja menghabiskan malam terakhir liburan di sini.

“Kami baru pulang malam ini. Mumpung masih libur, sekalian jalan-jalan ke Dago karena banyak tempat makan,” katanya.

Alasannya sederhana: jarak yang dekat dan beragamnya pilihan kuliner membuat Bandung, khususnya Dago, selalu jadi tujuan yang menarik. Bagi banyak orang seperti Yadi, kota ini menjadi persinggahan terakhir sebelum kembali ke rutinitas.

Malam semakin larut, namun arus kendaraan justru terasa semakin rapat. Pelat-pelat nomor luar kota itu masih mendominasi, seolah menjadi penanda bahwa suasana liburan belum benar-benar usai. Di balik semua hiruk-pikuk ini, Dago tetap menawarkan pesonanya: romantisme lampu kota, secangkir kopi, dan kenangan tentang akhir pekan yang berjalan perlahan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar