MURIANETWORK.COM – Media sosial lagi-lagi riuh. Kali ini, sorotan tertuju pada Dokter Tompi yang melontarkan kritik pedas terhadap komika Pandji Pragiwaksono. Masalahnya? Pandji dianggap menyerang fisik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, bukan kinerjanya.
Lewat unggahan Instagram-nya, Tompi terlihat kesal. Menurutnya, apa yang dilakukan Pandji sudah melenceng dari batas kritik yang sehat. Alih-alih membahas kebijakan atau gagasan, komentarnya justru menjadikan penampilan fisik sebagai bahan olok-olok.
Dia lantas menjelaskan dari sudut pandang medis. "Apa yang terlihat 'mengantuk' pada mata, dalam dunia medis dikenal sebagai Ptosis. Itu kondisi anatomis yang bisa bersifat bawaan, fungsional, atau medis. Bukan bahan lelucon," lanjutnya tegas.
Di sisi lain, Tompi sama sekali tidak melarang kritik terhadap pemerintah. Dia justru mengimbau agar publik lebih bijak. Kritik dan satire itu sah, bahkan humor pun boleh-boleh saja. Namun begitu, merendahkan kondisi tubuh seseorang adalah hal yang berbeda. Itu dianggapnya sebagai bentuk kemalasan berpikir.
Artikel Terkait
Wagub Babel Diperiksa Bareskrim, Ijazah Diklaim Cuma Belum Dilegalisir
Ketika Algoritma Menjadi Hakim Cinta: Red Flag yang Menggerus Relasi Manusia
TikTokable atau Tidak? Destinasi Hits 2026 dan Trik Simpan Video Tanpa Watermark
Pemulihan Aceh dan Sumatera: Ekonomi Kreatif dan Klinik UMKM Jadi Ujung Tombak