Dalam wawancara eksklusif dengan Fox News, Presiden Donald Trump membuat pernyataan yang cukup mengejutkan. Ia mengklaim bahwa Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, bersama istrinya, telah dievakuasi menggunakan helikopter. Menurut Trump, mereka sekarang berada di sebuah kapal dan sedang dalam perjalanan menuju New York untuk menjawab berbagai dakwaan yang menanti.
"Mereka ada di kapal, tapi tujuannya New York. Helikopter yang membawa mereka keluar," ujar Trump.
Pernyataan ini seolah mengonfirmasi desas-desus yang beredar belakangan. Beberapa sumber sebelumnya menyebutkan bahwa Trump telah memberikan persetujuan diam-diam untuk menangkap Maduro. Tentu saja, ini adalah langkah yang sangat dramatis dalam hubungan kedua negara yang sudah lama memanas.
Di sisi lain, ancaman hukum terhadap Maduro bukanlah hal baru. Jaksa Agung AS Pam Bondi sebelumnya sudah bersuara lantang. Dia menegaskan bahwa Maduro akan merasakan "murka keadilan AS" di tanah dan pengadilan Amerika. Kata-katanya keras, penuh keyakinan.
Rincian dakwaannya sendiri diungkap Bondi melalui platform X. Daftarnya panjang dan serius: mulai dari Konspirasi Narkoterorisme, Konspirasi Impor Kokain, hingga yang terkait dengan kepemilikan senjata seperti Kepemilikan Senapan Mesin dan Alat Perusak. Semua dakwaan itu, menurut pihak AS, membentuk konspirasi besar yang mengancam keamanan Amerika.
Informasi yang beredar masih simpang siur, tentu saja. Klaim Trump ini belum dikonfirmasi secara independen dan menimbulkan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban. Apa yang terjadi selanjutnya? Kita tunggu saja perkembangan berita ini di hari-hari mendatang.
Artikel Terkait
Anggota DPR Soroti Potensi Oligarki dalam Distribusi Gas 3 Kg
Kejagung Tegaskan Tuntutan Mati untuk ABK Sabu 2 Ton Berdasar Bukti Kuat
Menteri Agama Terbang Jet Pribadi Rp566 Juta, ICW Soroti Potensi Gratifikasi
Sassuolo Hajar Verona 3-0, Jay Idzes Jadi Pilar Pertahanan