✍🏻 Ayman Rashdan Wong
Sudah saya duga sebelumnya. Tapi, kecepatannya bikin kaget juga. Baru dua hari lalu saya bahas, eh, sekarang sudah terjadi.
Presiden Maduro ditangkap. Titik. Berakhir sudah kekuasaannya selama 12 tahun, sejak 2013 lalu.
Bukan cuma dia yang tumbang. Seluruh rezim "Chavismo" yang dibangun Hugo Chavez sosok yang sangat getol melawan AS ikut ambruk. Maduro kan penerusnya.
BREAKING: US President Donald Trump has claimed that the US carried out a "large-scale strike" against Venezuela and its leader, President Nicolás Maduro.
Trump said Maduro and his wife were "captured and flown out of the country" following the operation. pic.twitter.com/yowad33kjjMore footage: pic.twitter.com/dMXWtUbMob
Dulu, di bawah Chavez, Venezuela berubah total. Dari sekutu dekat AS, jadi salah satu penentang paling vokal. Dia yang memimpin "Aliansi Bolivarian" bareng Kuba dan Nikaragua sebuah blok yang sengaja dibentuk buat nantangin pengaruh Washington. Bolivia dulu masuk, tapi sekarang udah balik lagi ke kubu AS.
Makanya, Venezuela tuh ibarat duri dalam daging buat Amerika. Sudah lama. Cuma, dari era Bush, Obama, sampai Biden, mereka kayaknya lebih sibuk urus Timur Tengah sama Eropa. Venezuela dibiarkan saja.
Nah, Trump lain cerita. Dia pengin fokusnya balik ke Amerika. Benua ini harus jadi "halaman belakang" yang benar-benar dia kuasai.
Alasan lain? Minyak. Cadangan minyak Venezuela itu yang terbesar di dunia, lho. Lebih gede dari Arab Saudi atau Iran sekalipun.
Artikel Terkait
Richard Lee Penuhi Panggilan Polisi, Kasus Kesehatan dan Pelapor yang Berbalik Jadi Tersangka
Tim Bogor Bergerak Cepat Bangun Hunian Sementara untuk Korban Banjir Aceh Tamiang
Prabowo Bertekad Hentikan Impor Pangan dalam Satu Tahun
Prabowo Anugerahkan Bintang Jasa hingga Petani Biasa di Puncak Panen Raya Karawang