Ucapan Raffi Ahmad untuk Raja Tambang Picu Sorotan Warganet

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 15:25 WIB
Ucapan Raffi Ahmad untuk Raja Tambang Picu Sorotan Warganet

Raffi Ahmad lagi-lagi jadi buah bibir. Kali ini, bukan karena bisnis atau kontennya, melainkan sebuah ucapan selamat ulang tahun yang ia tujukan untuk seorang pengusaha besar.

Di akun Instagram-nya, presenter yang juga pengusaha itu membagikan foto kebersamaannya dengan Andi Syamsuddin Arsyad, atau yang lebih akrab disapa Haji Isam. Sosoknya memang bukan sembarang orang. Di Kalimantan, namanya dikenal luas sebagai salah satu raja tambang dan perkebunan.

"Selamat ulang tahun, Pak Haji Sam. Semoga selalu diberi umur panjang, kesehatan, dan keberkahan," tulis Raffi dalam unggahan pada Sabtu, 3 Januari 2025 lalu.

Ia juga menambahkan, "Terima kasih atas inspirasi dan kebaikan yang terus mengalir untuk banyak orang."

Niatnya mungkin baik. Tapi di dunia maya, respons yang datang justru jauh dari harapan. Alih-alih doa dan ucapan selamat, kolom komentar malah dipenuhi kritik pedas. Sorotan warganet nyaris seragam: menyangkut isu lingkungan dan pembabatan hutan.

"Selamat ultah pembabat hutan Papua. Semoga makin luas wilayahnya," tulis salah seorang netizen dengan akun @mayerichest.

Komentar lain tak kalah sengit. Ada yang menyinggung nasib hutan di Sumatera dan Kalimantan yang sudah banyak berkurang, dan kini giliran Papua. "Hutan Papua OTW Gundul sama seperti Hutan Sumatera dan Kalimantan," cetus @rtnn__28.

Yang lain lebih langsung, meminta Raffi menyampaikan pesan. "Bilang ke beliau A, tanah di Papua jangan diapa-apain," tulis @egiiinn.

Unggahan sederhana itu pun berubah jadi ruang diskusi publik yang panas, mempertontonkan jarak antara dukungan personal dan keprihatinan sosial yang kian menguat.

Dari Nol ke Triliunan

Lantas, siapa sebenarnya Haji Isam ini?

Pria kelahiran 1 Januari 1977 ini berasal dari Bone, Sulawesi Selatan – tanah kelahiran yang sama dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Meski bisnisnya membesar di Kalimantan Selatan, darah Bugis-nya tak pernah luntur. Pada November 2017, ia bahkan menggelar pesta rakyat besar-besaran di kampung halamannya, Desa Mappesangka, Kabupaten Bone, didampingi oleh Menteri Pertanian kala itu, Amran Sulaiman.

Jalan hidupnya bisa dibilang klasik: dari bawah. Sebelum sukses, Isam pernah merasakan jadi pekerja kayu, tukang tebang, buruh muat, sopir, bahkan tukang ojek. Julukan "from zero to hero" melekat padanya.

Cerita suksesnya berawal dari dunia batubara. Awalnya, ia cuma ikut bekerja di perusahaan batubara milik pengusaha keturunan Tionghoa di Surabaya. Dari situlah ia mengenal seluk-beluk bisnis hitam itu. Setelah keluar, ia memberanikan diri membangun usahanya sendiri.

Kini, bisnisnya sudah jadi kerajaan. Lewat PT Jhonlin Group, ia menguasai pertambangan, pelayaran, hingga transportasi udara. Konon, perusahaannya bisa menambang hingga 400 ribu ton batubara per bulan, dengan omzet yang disebut-sebut mencapai Rp 40 miliar. Angka fantastis itu belum termasuk bisnis properti dan rental jet pribadi yang ia geluti.

Tak heran jika kemudian ia dijuluki sebagai "crazy rich Kalsel". Di Tanah Bumbu, ia dikenal sebagai sosok dermawan yang memiliki tanah sangat luas. Di sisi lain, ia punya hobi balap yang serius – sampai mendirikan tim Jhonlin Racing. Hobi itu rupanya menurun ke putrinya, Liana Saputri.

Kekayaan dan Keterlibatan Politik

Soal kekayaan, berbagai sumber menyebut total hartanya bisa mencapai Rp 1 triliun. Tapi angka itu dinamis, bisa terus bertambah seiring mengembangnya bisnis yang ia kendalikan.

Yang menarik, Haji Isam bukan cuma dekat dengan sesama pengusaha. Ia juga punya akses politik yang baik. Pria yang hobi offroad dan berburu ini pernah dipercaya menjabat sebagai Wakil Bendahara Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019.

Jadi, foto bersama Raffi Ahmad itu mungkin cuma dokumentasi biasa. Tapi di baliknya, tersimpan cerita panjang tentang kekayaan, kontroversi, dan jejak bisnis yang terus disorot masyarakat. Ruang komentar yang riuh tadi adalah buktinya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar