Hari ini, Sabtu (3/1), tiga jenazah korban tragedi di Warakas akan diberangkatkan ke peristirahatan terakhir mereka. Suasana di rumah duka terasa berat, dipenuhi keluarga yang berduka. Husni (56), sang kakak tertua dari enam bersaudara, dengan suara lirih mengonfirmasi rencana pemakaman.
“Insyaallah disalatkan hari ini bada zuhur di masjid terdekat, Jami Arruhama,” ujar Husni.
“Setelah itu, ketiga-tiganya langsung dibawa ke TPU Rorotan.”
Dia menambahkan bahwa prosesi akan menggunakan tiga ambulans. Menurut penuturannya, jenazah sudah tiba di rumah duka sejak dini hari, tepatnya lewat pukul 03.30. Semuanya berjalan begitu cepat dan mencekam.
Peristiwa mengerikan ini mengguncang kawasan Warakas, Tanjung Priok. Di sebuah rumah kontrakan, satu keluarga ditemukan dalam kondisi tragis. Dari empat orang di dalam, hanya satu yang berhasil selamat dan kini masih dirawat intensif di rumah sakit. Tiga lainnya, seorang ibu dan dua anaknya, ditemukan tak bernyawa.
Kondisi mereka saat ditemukan sungguh memilikan. Mulut berbusa dan ruam merah terlihat di sekujur tubuh. Gambaran itu semakin menguatkan misteri penyebab kematian mereka.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Onkoseno Gradiarso Sukahar, telah merilis identitas korban. “Kami menyampaikan adanya kejadian ditemukan tiga orang meninggal dunia,” jelasnya pada Jumat (2/1).
“Yaitu seorang ibu inisial S (Siti Solihah, 50 tahun), kemudian perempuan usia 27 tahun inisial AA (Afiah Al Adilah Jamaludin), dan satu lagi laki-laki 13 tahun inisial AA (Adnan Al Abrar Jamaludin).”
Adapun korban yang selamat adalah Abdullah Syauqi Jamaludin (23). Kabar baiknya, kondisi pemuda itu dilaporkan polisi sudah mulai stabil. Meski begitu, trauma pasti masih sangat mendalam.
Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan masih terus berjalan. Polisi masih mengumpulkan bukti dan menelusuri apa sebenarnya yang terjadi di dalam rumah kontrakan itu. Masyarakat setempat pun masih diliputi tanda tanya dan duka yang mendalam.
Artikel Terkait
Polisi Selidiki Dugaan KDRT di Balik Kematian Anak Laki-laki Penuh Luka di Sukabumi
Zuckerberg Bersaksi di Sidang Gugatan Desain Adiktif Instagram
Bocah 12 Tahun di Sukabumi Tewas dengan Luka Bakar, Diduga Dianiya Ibu Tiri
Anggota DPR Soroti Potensi Oligarki dalam Distribusi Gas 3 Kg