Jakarta, 16 Februari 2026 – Tirai pameran otomotif terbesar tanah air, Indonesia International Motor Show (IIMS), akhirnya ditutup kemarin. Suasana riuh di JIExpo Kemayoran selama 11 hari, sejak 5 Februari lalu, kini telah berubah menjadi sepi. Tapi, geliatnya meninggalkan catatan yang cukup menggembirakan.
Bagaimana tidak? Minat masyarakat ternyata melonjak. Data resmi dari penyelenggara mencatat, total pengunjung yang memadati arena mencapai angka 580.250 orang. Itu belum semuanya. Animo tinggi itu langsung terkonversi menjadi transaksi yang nyata. Dari laporan berbagai brand peserta, nilai penjualan yang terjadi di lokasi pameran tembus hingga Rp8,7 triliun. Sebuah pencapaian yang menurut banyak pihak, sangat solid.
Daswar Marpaung, Presiden Direktur Dyandra Promosindo, melihat angka-angka ini sebagai sinyal positif. Menurutnya, ini bukti bahwa industri otomotif nasional masih punya magnet kuat, meski kondisi ekonomi penuh tantangan.
“Kami bersyukur IIMS 2026 bisa diselenggarakan dengan sukses. Momentum ini harus terus kita jaga sepanjang tahun,” ujar Daswar melalui keterangan tertulisnya.
“Ke depannya, komitmen kami tetap sama: terbuka untuk semua pihak guna mendukung pertumbuhan industri otomotif yang berkelanjutan,” tegasnya.
Di sisi lain, partisipasi peserta juga naik signifikan. Ada 62 brand yang turut meramaikan, terbagi dalam 36 merek mobil dan 26 merek motor. Keragaman ini, ditambah dengan program acara yang menarik, jelas jadi daya pikat utama bagi pengunjung.
Dengan area seluas lebih dari 156 ribu meter persegi, pameran ini tak cuma memajang mobil dan motor terbaru. Mereka menghadirkan teknologi terkini, peluncuran produk, dan tentu saja, konsep ‘autotainment’ yang jadi ciri khas IIMS. Semuanya berpadu: hiburan, gaya hidup, dan otomotif dalam satu atap.
Artikel Terkait
Kemenbud dan BPS Perkuat Basis Data Kebudayaan untuk Sensus Ekonomi 2026
Ekonom UMY Dukung Wacana Potong Gaji Menteri, Tapi Ingatkan Tak Cukup Atasi Defisit
Trian Hadapi Dilema Keluarga dan Bongkar Tuduhan ke Herlina di Ruang Tahanan
Ketua KPK Belum Terima Surat Panggilan Dewas Soal Pergeseran Status Tahanan Yaqut