✍🏻 Ustadz Fahmi Hasan Nugroho
Emas dan perak, pada hakikatnya, cuma logam. Sama seperti besi atau tembaga. Tapi ya sudahlah, manusialah yang memberi nilai lebih pada keduanya, membedakannya dari logam biasa lainnya.
Lantas, apakah uang wajib berbahan emas dan perak? Enggak juga, sih. Faktanya, Rasulullah ﷺ sendiri dulu tidak mencetak mata uang baru. Beliau justru memakai koin-koin "impor" yang sudah beredar luas di masyarakat. Dinar itu kan aslinya dari Romawi, dari kata Denarius. Sementara uang perak datang dari Persia. Bahkan, ada cerita menarik bahwa Umar bin Khaththab pernah punya gagasan untuk bikin uang dari kulit unta. Jadi, urusan bentuk dan bahan, fleksibel banget.
Artikel Terkait
Trump Ancam Turun Tangan di Iran, Teheran Balas dengan Peringatan Keras ke PBB
Tabrakan Maut di Tuban, Dua Tewas Usai Bus Nekat Menyalip
Jantung Nikel Morowali Berhenti Berdetak, Buruh Tutup Jalan Layang
Tiga Pemred Kompas Mengadili Roy Suryo, Ijazah Jokowi Kembali Mengudara