Suasana perayaan di Tapanuli Selatan malam itu sebenarnya cukup khidmat. Presiden Prabowo Subianto hadir di tengah warga, termasuk para korban banjir bandang, untuk menyambut pergantian tahun. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 00.00, menandakan resminya tahun 2026. Namun, yang keluar dari mulut sang Presiden justru sesuatu yang lain.
“Selamat tahun baru 2021,” ucapnya, usai mengecek jam tangannya.
Kesalahan itu terjadi begitu saja. Seolah lidahnya ‘kepleset’, menyebut angka tahun yang sudah lima tahun terlampau. Padahal, momen itu seharusnya penuh dengan harapan baru untuk para korban bencana.
Namun begitu, respons audiens justru hangat. Ucapan yang salah itu malah disambut tepuk tangan riuh, seakan menjadi lelucon yang mencairkan suasana. Acara yang disiarkan langsung melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden itu pun langsung ramai diperbincangkan.
Artikel Terkait
Mamdani Cabut Aturan Kontroversial, Israel Tuduh Langkahnya Bensin bagi Antisemitisme
Kepemimpinan Berbasis Maslahat: Pesan Awal Tahun dari Masjid Ibn Khaldun
Racun Kata-kata Daus: Ketika Sindiran Menjadi Lampu Hijau bagi Teror
Menag: Ditjen Pesantren Tinggal Tunggu Keppres