Bentrokan Berdarah Guncang Iran, Enam Tewas dalam Gelombang Kerusuhan Terbaru

- Jumat, 02 Januari 2026 | 21:06 WIB
Bentrokan Berdarah Guncang Iran, Enam Tewas dalam Gelombang Kerusuhan Terbaru

Bentrokan maut kembali pecah di Iran. Kamis lalu, suara tembakan dan teriakan memecah kesunyian di sejumlah kota, menandai babak baru ketegangan antara demonstran dan pasukan keamanan. Setidaknya, enam nyawa melayang dalam kerusuhan itu.

Semuanya berawal beberapa hari sebelumnya. Sejak Minggu, para pemilik toko sudah angkat kaki, mogok kerja. Mereka geram. Harga-harga kebutuhan pokok melambung tak terkendali, sementara perekonomian di Teheran dan sekitarnya seperti jalan di tempat. Suasana hati masyarakat pun memanas.

Laporan dari lapangan cukup suram. Menurut kantor berita Fars, dua orang tewas dalam kericuhan di Kota Lordegan. Tak lama berselang, kabar duka datang lagi dari Azna, di dekat Provinsi Lorestan, dengan tiga korban jiwa tambahan.

Aksi di jalanan berubah brutal. Massa melempari batu ke segala macam bangunan mulai dari kantor gubernur, gedung pemerintahan, sampai bank dan masjid. Bahkan Gedung Yayasan Martyr tak luput dari sasaran. Kerusakan parah di mana-mana. Polisi pun tak tinggal diam; gas air mata ditembakkan untuk membubarkan kerumunan, dan sejumlah orang yang diduga sebagai provokator diamankan.

Di Azna, situasinya malah lebih kacau. Fars melaporkan, massa yang memprotes sempat menyerang sebuah komisariat polisi. Media pemerintah sendiri sudah lebih dulu mencap para pengunjuk rasa sebagai "perusuh". Label itu makin kencang setelah televisi lokal memberitakan tewasnya seorang anggota pasukan keamanan di kota Kouhdasht, daerah barat, pada malam sebelumnya.

“Seorang anggota Basij berusia 21 tahun dari Kouhdasht, terbunuh di tangan perusuh saat bertugas,”


Halaman:

Komentar