Di sisi lain, PMI juga tak melupakan nasib anak-anak korban bencana. Banyak buku pelajaran mereka hanyut atau rusak tak terbaca.
“Saat banjir bandang terjadi, banyak buku sekolah anak-anak yang hanyut dan rusak. Oleh karena itu, PMI fokus membantu anak-anak sekolah dengan menyediakan buku dan paket sekolah agar mereka bisa kembali belajar dan bersekolah seperti biasa,” kata Jusuf Kalla.
Maka, ikut serta dalam pengiriman kali ini adalah bantuan pendidikan. Jumlahnya cukup besar: 1,5 juta buku tulis, 20 ribu paket sekolah, dan 5 ribu tas sekolah.
Tak cuma itu. Ada juga 20 ribu paket bantuan bermartabat berisi pakaian, sarung, dan perlengkapan ibadah. Ini untuk menjaga harga diri dan kenyamanan warga di tengah proses pemulihan yang tak mudah.
Seiring peralihan fase dari darurat ke pemulihan awal, kiriman logistik pun disesuaikan. PMI menambahkan 2 ribu paket sembako, lebih dari seratus dus mi instan, serta ratusan kompor dan peralatan dapur. Barang-barang ini diharapkan bisa menopang kehidupan sehari-hari sementara.
Operasi kemanusiaan besar-besaran ini rencananya berjalan selama setahun penuh. Cakupannya luas, mulai dari pemulihan awal hingga rehabilitasi dan rekonstruksi di daerah-daerah yang terdampak. Perjalanan masih panjang, tapi setidaknya kapal kedua ini sudah berlabuh untuk membawa harapan.
Artikel Terkait
Risma Blusukan ke Sumbar, Turun Langsung Keruk Lumpur dan Bagikan Bantuan
Tragedi Warakas: Tiga Jenazah Ditemukan dengan Mulut Berbusa dan Ruam Misterius
Bioskop 2026: Miranda Priestly, Moana, dan Doctor Doom Ramaikan Layar Lebar
Hujan Deras Guyur Jakarta, Sepuluh RT Terendam Banjir