Lantas, apa penyebabnya? Ternyata, dukungan dari parameter atmosfer untuk pertumbuhan siklon ini berkurang drastis. Akibatnya, kecepatan anginnya turun dan tak ada lagi tanda-tanda ia bakal bangkit kembali. Singkatnya, ancaman dari Iggy sudah benar-benar berakhir.
Jalur Iggy sendiri cukup menarik untuk dicermati. Awalnya, saat masih berstatus bibit, sistem cuaca ini diawasi ketat oleh BMKG. Tapi begitu menguat jadi siklon tropis, wilayah pergerakannya masuk ke area tanggung jawab Australia. Badan Meteorologi Australia (BoM) lah yang kemudian memberinya nama "Iggy".
Meski begitu, pengaruhnya sempat terasa di tanah air. Saat masih aktif, Iggy berkontribusi pada hujan lebat yang mengguyur beberapa wilayah Jawa. Selain itu, gelombang tinggi di perairan selatan Pulau Jawa juga sempat terjadi. Untungnya, semua itu sudah berlalu. Iggy kini tinggal cerita.
Artikel Terkait
PSM Makassar Gagal Maksimalkan Kandang, Ditahan Imbang Persis Solo
Drama Injury Time, Dortmund Hancurkan Stuttgart 0-2
Polda Sumsel Kerahkan 2.671 Personel Amankan Ibadah Paskah
Real Madrid Tumbang Dramatis di Kandang Mallorca