Lantas, apa penyebabnya? Ternyata, dukungan dari parameter atmosfer untuk pertumbuhan siklon ini berkurang drastis. Akibatnya, kecepatan anginnya turun dan tak ada lagi tanda-tanda ia bakal bangkit kembali. Singkatnya, ancaman dari Iggy sudah benar-benar berakhir.
Jalur Iggy sendiri cukup menarik untuk dicermati. Awalnya, saat masih berstatus bibit, sistem cuaca ini diawasi ketat oleh BMKG. Tapi begitu menguat jadi siklon tropis, wilayah pergerakannya masuk ke area tanggung jawab Australia. Badan Meteorologi Australia (BoM) lah yang kemudian memberinya nama "Iggy".
Meski begitu, pengaruhnya sempat terasa di tanah air. Saat masih aktif, Iggy berkontribusi pada hujan lebat yang mengguyur beberapa wilayah Jawa. Selain itu, gelombang tinggi di perairan selatan Pulau Jawa juga sempat terjadi. Untungnya, semua itu sudah berlalu. Iggy kini tinggal cerita.
Artikel Terkait
Bioskop 2026: Miranda Priestly, Moana, dan Doctor Doom Ramaikan Layar Lebar
Hujan Deras Guyur Jakarta, Sepuluh RT Terendam Banjir
Arus Balik Libur Tahun Baru 2026: 155 Ribu Kendaraan Serbu Jakarta
Lebih dari 16 Ribu Korban Banjir Sumatera Pilih Uang Tunai Daripada Hunian Darurat