New York punya wajah baru. Pada hari pertama tahun 2026, tepatnya 1 Januari, Zohran Mamdani secara resmi mengambil sumpah sebagai Wali Kota ke-112. Momen ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan biasa. Mamdani mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai wali kota Muslim pertama, sekaligus orang pertama keturunan Asia Selatan, yang memegang kendali kota terbesar di Amerika Serikat ini.
Udara di tempat pelantikan terasa berbeda. Dalam pidato pertamanya, Mamdani menyapa seluruh warga New York dengan sengaja menyebut satu per satu latar belakang mereka. Lalu tibalah saatnya dia menyebut "warga Palestina".
Dan ruangan itu meledak. Tepuk tangan riuh, panjang, membahana. Seolah melepaskan sesuatu yang lama terpendam.
"Mereka, warga Palestina New York di Bay Ridge, tidak akan lagi berhadapan dengan politik yang bicara universalisme tapi justru menjadikan mereka pengecualian," tegas Mamdani.
Pernyataannya jelas: diskriminasi yang kerap mereka alami harus berakhir. Dan itu dimulai sekarang, di bawah kepemimpinannya.
Dia melanjutkan, "Saya menyambut perubahan ini. Sudah terlalu lama, orang-orang yang fasih bertutur kata sopan menggunakan kesantunan itu untuk menutupi agenda yang kejam."
Nadanya berubah, lebih personal. "Banyak dari mereka merasa dikhianati sistem. Tapi di pemerintahan kami, kebutuhan mereka akan didengar. Harapan dan impian mereka akan tercermin secara transparan dalam setiap kebijakan."
Menurutnya, merekalah yang akan membentuk masa depan kota. "Kalau selama ini komunitas-komunitas terpecah belah, kita akan menyatukannya. Ganti kekakuan individualisme dengan kehangatan kebersamaan."
Pidato itu diakhiri dengan sebuah penegasan. "Jika kampanye kami membuktikan bahwa warga New York rindu pada solidaritas, maka biarkan pemerintah ini yang mewujudkannya. Karena apapun yang kau makan, bagaimanapun kau berdoa, atau dari manapun asalmu, ada dua kata yang menyatukan kita semua: New Yorkers."
Reaksi pun langsung berdatangan. Di media sosial, seorang pengguna dengan akun @RyanRozbiani membagikan cuplikan pidato tersebut.
Untuk yang bilang Wali Kota Mamdani akan menjual diri ke Lobi Israel – LIHAT INI.
Mamdani memberi salam khusus untuk warga Palestina New York.
Postingan itu, seperti banyak tanggapan lainnya, menyoroti momen spesifik ketika Mamdani menyebut warga Palestina – sebuah isyarat politik yang kuat di tengah iklim yang kerap membungkam.
Artikel Terkait
17 Februari dalam Catatan Sejarah: Dari Tsunami Maluku 1674 hingga Kelahiran Buya Hamka dan Michael Jordan
Rooney Ingatkan Risiko Euforia United Strands, Cunha Tegaskan Fokus Hanya pada Poin
Tyler Morton Ungkap Kurangnya Kepercayaan dari Arne Slot Sebabkan Hengkang ke Lyon
Persib Dikabarkan Intip Kiper Belanda Ronald Koeman Jr.