November 2025 lalu, Sumatera Barat ikut merasakan amukan banjir bandang. Kawasan Nagari Sumpur di Kabupaten Tanah Datar tak luput dari terjangan itu, bersamaan dengan wilayah lain di Aceh dan Sumatera Utara.
Jumat (2/1) lalu, kondisi di tepian sungai yang jadi episentrum bencana masih memprihatinkan. Sepanjang kira-kira 300 meter, jalanan itu nyaris raib. Yang tersisa cuma cekungan lebar, mirip sungai kering, konturnya jauh lebih dalam dibanding tanah di sekitarnya yang selamat.
Bebatuan besar-besar berserakan di atas tanah. Itu semua terbawa arus deras, mengubur aspal yang dulu jadi akses utama warga menuju sawah. Sampai sekarang, kendaraan mana pun mustahil lewat.
Tak cuma jalan yang lenyap. Pohon-pohon besar juga tumbang berantakan, tercabut sampai ke akarnya oleh kekuatan air yang luar biasa.
Di tengah situasi itu, warga tak tinggal diam. Sebuah ekskavator hasil patungan masyarakat terlihat sibuk bekerja, berusaha menormalkan aliran sungai. Mereka juga buru-buru membuat tanggul darurat dari tumpukan batu, upaya seadanya untuk melindungi sawah dari luapan air berikutnya.
Betra, salah seorang warga yang kami temui, masih jelas mengingat momen menegangkan itu. Katanya, hujan tak henti mengguyur selama tiga hari berturut-turut.
Artikel Terkait
Hilang di Balik Kabut Slamet: Pencarian Syafiq Masih Berlanjut
Sungai Aek Doras Meluap, Permukiman di Sibolga Utara Terendam 15 Cm
Bayi Patah Tulang Lahir di Pengungsian, Evakuasi Darurat Digelar Hingga Malam
Tabrakan Maut di Jalur Deandles, Dua Nyawa Melayang di Malam Tahun Baru