Di tangga Balai Kota yang ikonik itu, Zohran Mamdani resmi mengangkat sumpah. Ia kini adalah Wali Kota New York City. Dalam pidato pelantikannya yang disaksikan publik, politisi dari Partai Demokrat ini berjanji akan menjalankan agenda yang ambisius. Intinya sederhana: membuat kota terbesar di Amerika ini lebih bisa dijangkau oleh para pekerja.
Namun begitu, janji di atas panggung itu langsung diujinya di lapangan. Di hari pertama menjabat, Mamdani memilih untuk blusukan. Tujuannya? Kawasan permukiman padat di kota yang sama. Ia tak mau hanya berkutat di balik meja.
“Sewa mahal sekali, Pak. Gaji nggak pernah naik,” keluh seorang ibu kepada Mamdani di salah satu apartemen yang dikunjunginya. Percakapan seperti ini yang dicarinya.
Artikel Terkait
Sunyi yang Berbicara: Ketika Ulama Minang Menjinakkan Euforia Tahun Baru
Puncak Macet Parah, Polisi Terapkan Sistem Satu Arah
600 Hunian Darurat Tuntas di Aceh Tamiang, BRI dan BUMN Pacu Pembangunan
Pemilik Warung Steak Kalibata Dipanggil Polda, Kerugian Hampir Rp 100 Juta