Pengakuan Israel Picu Gelombang Kemarahan di Jalanan Somaliland dan Somalia

- Jumat, 02 Januari 2026 | 08:40 WIB
Pengakuan Israel Picu Gelombang Kemarahan di Jalanan Somaliland dan Somalia

Semuanya berawal dari sebuah pengumuman bersejarah pada 26 Desember 2025. Saat itu, Israel secara resmi menjadi negara pertama di dunia yang mengakui kedaulatan Somaliland. Deklarasi hubungan diplomatik penuh pun ditandatangani. Bagi pemerintah Somaliland yang selama ini berjuang untuk diakui dunia, ini adalah kemenangan diplomatik.

Tapi bagi banyak warga, ini adalah pengkhianatan.

Isu yang paling menyulut amarah adalah kabar burung tentang rencana relokasi. Beredar kuat tuduhan bahwa di balik pengakuan itu, ada kesepakatan rahasia. Somaliland dikabarkan akan dijadikan tempat penampungan bagi warga Gaza yang terusir, plus dibangunnya pangkalan militer Israel. Kabar ini, benar atau tidak, telah menjadi bahan bakar utama protes.

Di sisi lain, reaksi internasional pun tak kalah keras. Liga Arab dan sejumlah negara, termasuk Indonesia, mengutuk langkah Israel. Mereka menilai ini sebagai pukulan terhadap hukum internasional dan sebuah ancaman bagi stabilitas regional yang sudah rapuh.

Jadi, situasinya sekarang benar-benar genting. Di satu sisi, pemerintah Somaliland berjalan di jalur diplomasi, berharap pengakuan Israel akan membuka pintu bagi pengakuan negara-negara lain. Di sisi lain, sebagian besar rakyatnya justru berbalik arah, menolak segala bentuk hubungan dengan Tel Aviv. Ketegangan antara keinginan pemerintah dan suara rakyat ini yang membuat atmosfer di sana terasa begitu mencekam hingga awal tahun 2026.


Halaman:

Komentar