Namun begitu, bukan berarti Pemkot tinggal diam. Anggi bilang, Dinas Pariwisata sudah gencar menyosialisasikan ke pelaku usaha kuliner. Intinya, mereka diminta untuk menyiapkan dan menampilkan daftar harga dengan jelas sebelum pembeli memesan.
Imbauan lain juga terus disuarakan: wisatawan harus aktif tanya harga dulu. Jangan sungkan untuk konfirmasi sebelum memutuskan beli, terutama di kawasan ramai seperti Malioboro.
"Kemudian juga untuk di kami di UPT PKCB itu selalu mengimbau makan di resto yang ada di kawasan Malioboro. Jadi yang bener-bener penjual-penjual yang sudah secara pasti harganya itu jelas, kayak gitu," jelas Anggi.
Kolaborasi dengan Dinas Pariwisata, menurutnya, sudah berjalan untuk hal-hal semacam ini.
Ia punya harapan sederhana. "Harapan kami yang selalu kami imbau pun wisatawan tuh datang dengan kesadaran kayak gitu, bahwa dia akan membeli makanan di mana, kemudian akad harganya jelas."
"Nah saya rasa biar nggak terjadi hal-hal seperti ini kayak gitu," pungkasnya. Intinya, komunikasi yang jelas antara penjual dan pembeli jadi kunci agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
Artikel Terkait
Gelombang Solidaritas di Jembatan Galata: Istanbul Tolak Diam Atas Gaza
Hari Kedelapan Pencarian: Basarnas Perpanjang Misi Selamatkan Pelatih Valencia dan Anaknya di Labuan Bajo
Kediri Bertumbuh: Dari Sunyi Goa hingga Riuh Pesantren
Tawuran di Terowongan Manggarai Ricuh, Kembang Api dan Pecahan Kaca Bikin Pengendara Terjebak