Di Aceh Tamiang, Kamis lalu, Prabowo Subianto memimpin rapat koordinasi untuk membahas pembangunan hunian pascabencana. Namun, dalam kesempatan itu, perhatiannya justru tertuju pada suatu fenomena yang menurutnya mengganggu.
Presiden menyoroti segelintir pihak yang dinilainya kerap bersikap negatif terhadap pemerintah, khususnya dalam penanganan bencana di Sumatera. Ia mengaku kerap memantau komentar-komentar yang beredar.
“Kadang-kadang saya monitor ada suatu kecenderungan yang menurut saya kurang sehat dari beberapa pribadi-pribadi, komentator dan sebagainya. Yang selalu melihat kegiatan bangsa Indonesia, kegiatan pemerintah dari sudut yang negatif,” ujar Prabowo.
Kritik itu, lanjutnya, bahkan kerap menyasar para menterinya yang turun langsung ke lokasi bencana. Menurut Prabowo, kedatangan mereka justru punya tujuan konkret: mempercepat penyaluran bantuan, bukan sekadar pencitraan.
“Saya pernah dengar ada kritik begini, untuk apa menteri datang ke tempat bencana? Hanya datang melihat saudara-saudara serba susah. Menteri tidak datang dibilang tidak peduli, menteri datang ya masa menteri ikut macul, bukan itu,” ujarnya.
Artikel Terkait
Malioboro Siapkan Penjaga Tak Kasat Mata untuk Antisipasi Darurat Jantung
Bupati Aceh Tamiang Minta 42 Ribu Rumah Huntap ke Prabowo Pascabanjir
Belatung di Piring Sekolah: Saat Negara Alergi Kritik, Rakyat Hanya Bisa Bersyukur
AHY Soroti Strategi Baru: Perbaikan Rumah Ringan Bisa Percepat Pengosongan Pengungsian