Pernyataan itu disampaikannya usai acara Refleksi Akhir Tahun Kemenimipas, Senin (29 Desember 2025).
Nah, soal calling visa ini sendiri sebenarnya adalah kebijakan ketat. Izin khusus ini diberikan kepada warga asing dari negara yang dianggap punya risiko tinggi. Penilaiannya menyeluruh, mencakup aspek ideologi, politik, hingga keamanan. Jadi, prosesnya tidak sekadar memeriksa dokumen, tapi benar-benar melibatkan analisis mendalam.
Pertanyaan besarnya: untuk apa mereka datang? Bisnis, atau ada tujuan lain?
Agus tidak merinci lebih jauh. "Pokoknya, rekomendasi bersama itulah yang menentukan seseorang boleh masuk atau tidak. Pasti dengan pertimbangan-pertimbangan yang matang," katanya singkat.
Data ini jelas menimbulkan tanda tanya. Di satu sisi, Indonesia konsisten dengan sikap politiknya. Namun di sisi lain, realitas di lapangan menunjukkan adanya fleksibilitas tertentu. Sebuah dinamika yang kompleks, seperti biasa.
Artikel Terkait
Belatung di Piring Sekolah: Saat Negara Alergi Kritik, Rakyat Hanya Bisa Bersyukur
AHY Soroti Strategi Baru: Perbaikan Rumah Ringan Bisa Percepat Pengosongan Pengungsian
Somasi SBY ke Budhius M Piliang: Gosip Ijazah Jokowi yang Tak Kunjung Padam
Sanur Ramai Pengunjung, Keluarga Jember Pilih Pantai Ini untuk Rayakan Tahun Baru