"Jadi per hari ini yang terbangun adalah 1.050 unit, Bapak," ungkap Suharyanto, merangkum total bantuan yang sudah ada di lapangan.
Di sisi lain, ceritanya tidak berhenti di situ. Suharyanto juga menyebut ada kelompok korban yang mengambil pilihan berbeda: mereka menolak sama sekali hunian dari pemerintah. Untuk warga-warga ini, pemerintah punya skema kompensasi lain berupa bantuan tunai.
"Per kepala keluarga mendapat anggaran per bulan Rp 600.000 kali 3 bulan, Bapak. Desember, Januari, Februari, sudah tersalur sebesar 11.414 orang," beber dia.
Dana yang sudah dikucurkan tidak sedikit. "Jadi jumlah yang sudah disalurkan Rp 20.545.200.000," sambungnya. Sebuah angka yang menggambarkan betapa kompleks dan beragamnya kebutuhan para penyintas bencana.
Artikel Terkait
Belatung di Piring Sekolah: Saat Negara Alergi Kritik, Rakyat Hanya Bisa Bersyukur
AHY Soroti Strategi Baru: Perbaikan Rumah Ringan Bisa Percepat Pengosongan Pengungsian
Somasi SBY ke Budhius M Piliang: Gosip Ijazah Jokowi yang Tak Kunjung Padam
Sanur Ramai Pengunjung, Keluarga Jember Pilih Pantai Ini untuk Rayakan Tahun Baru