Lalu bagaimana dengan Wakil Presiden?
Gibran Rakabuming Raka jadi sasaran berikutnya. Rizal menyebut Gibran tidak lulus SMA, sehingga dinilai tak memenuhi syarat konstitusional untuk menduduki posisi wapres. Dia merujuk pada sebuah buku berjudul “Gibran Endgame” karya Dr. Rismon yang mengupas pendidikan Gibran secara kritis. Rizal mendesak Mahkamah Konstitusi dan KPU untuk bertanggung jawab dan menuntut semua pihak yang terlibat dihukum.
Masih belum habis, Rizal juga menyentuh laporan investigasi OCCRP yang menyeret nama Jokowi dalam pusaran dugaan korupsi. Dia yakin tahun 2026 akan menjadi awal pembongkaran kasus-kasus besar. Mulai dari dugaan korupsi aset Pemkot Solo, Tawangmangu, sampai persoalan rumah pensiun di Colomadu. Belum lagi tragedi KM 50 yang disebutnya sebagai pelanggaran HAM berat dan melibatkan petinggi aparat. Rizal percaya kasus lama ini akan dibuka kembali.
Menariknya, Presiden Prabowo Subianto tak luput dari peringatan. Rizal menyampaikan, jika Prabowo bersikap ambivalen dan tak merespons desakan rakyat, maka gelombang tuntutan pemakzulan terhadap dirinya dan Gibran bisa menguat sepanjang 2026.
Di akhir tulisannya, Rizal kembali menyebut “Happy New Clear 2026”. Bagi dia, frasa itu punya makna khusus: Tahun Kejernihan Baru, di mana kebenaran dan keadilan akan bersinar terang, sementara kekuasaan yang zalim dipastikan runtuh.
Artikel Terkait
Legenda PSM Syamsuddin Umar Khawatirkan Ancaman Degradasi Klub
Menteri Keuangan Tolak Proyeksi Bank Dunia, Sebut Pertumbuhan RI 2026 Bisa Tembus 5%
Pengamat: Iran Berjuang Pertahankan Martabat, Dukungan Internal Menguat
Jenazah Lansia Pemulung Ditemukan dalam Reruntuhan Gubuk Terbakar di Antang