Dengan langkah cepat, Presiden Prabowo Subianto meninggalkan Tapanuli Selatan pada Kamis pagi. Tujuannya? Aceh Tamiang. Perjalanan ini dilakukan tepat di hari pertama tahun baru.
Helikopter Caracal milik TNI AU yang ditumpanginya lepas landas sekitar pukul sembilan lewat enam belas menit. Lokasinya dari helipad PTPN IV di kawasan Batang Toru. Sebelum masuk ke dalam kabin, Prabowo tak lupa melambaikan tangan dan menyapa warga yang sudah menunggu di sekitar area.
Dalam penerbangan itu, Prabowo tidak sendirian. Beberapa nama penting mendampinginya, seperti Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Lalu ada juga Kepala Bakom Pemerintah Angga Raka Prabowo, serta Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya.
Menurut rencana, kunjungan ke Aceh Tamiang ini punya tujuan spesifik: meninjau langsung progres pembangunan hunian sementara. Huntara itu dibangun oleh Danantara untuk warga yang menjadi korban bencana.
Rencana kerja tersebut sebenarnya sudah sempat disinggung sehari sebelumnya.
"Besok pagi ke Aceh Tamiang, ada rumah hunian yang dibuat Danantara,"
Begitu kata Teddy Indra Wijaya kepada para wartawan, Rabu malam (31/12). Ia tampak optimis dengan perkembangan pembangunannya.
"Besok kita cek. Seharusnya 500-600 (rumah) insyaallah jadi, ya besok kita cek,"
jelas Teddy lagi. Ia menyebutkan bahwa sudah ratusan unit yang berdiri, siap untuk ditempati.
Kunjungan ini sekaligus menjadi lanjutan dari agenda Presiden sebelumnya. Malam tahun barunya, Prabowo justru dihabiskan bersama para pengungsi di Tapanuli Selatan. Sebuah pilihan yang cukup menggambarkan prioritasnya di awal tahun.
Artikel Terkait
BMKG Pastikan Gempa Kuat di Fiji Tak Picu Ancaman Tsunami bagi Indonesia
Kementerian Pertanian Pastikan Harga Ayam di Pasar Minggu Masih Sesuai Acuan
Pakar APINDO Ingatkan KUHP Baru Bisa Tak Efektif Jika Penegak Hukum Bermasalah
IKA Unhas Salurkan 22 Ton Beras untuk Program Ramadhan