Malam pergantian tahun 2026, suasana di pengungsian Desa Batu Hula, Batang Toru, terasa berbeda. Bukan gemerlap kembang api yang menyambut, melainkan harapan dari para korban bencana. Dan tepat pukul 23.30 WIB, Presiden Prabowo Subianto hadir di tengah mereka.
Kedatangannya langsung disambut Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, dan Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan. Prabowo, dengan pakaian berwarna cokelat, tak lama kemudian menyapa dan duduk bercengkerama di antara para pengungsi yang telah menanti. Malam itu, ia tak sendirian. Sejumlah menteri terlihat mendampingi, mulai dari Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Mendagri Tito Karnavian, hingga Mensesneg Prasetyo Hadi.
Di bawah langit malam Tapanuli, Presiden kemudian menyampaikan beberapa poin penting. Berikut inti pernyataannya.
Janji di Tengah Kesulitan
Prabowo membuka dengan doa dan semangat. Ia mengajak semua pihak untuk tetap kuat dan bergotong royong menghadapi musibah yang menerpa.
Suaranya lantang menegaskan komitmen. Ia ingin semua warga yang terdampak percaya, bahwa pemerintah tidak akan pergi meninggalkan mereka.
Artikel Terkait
Prabowo Minta Maaf ke Daerah Lain, Fokus Kunjungan ke Aceh Tamiang
Prabowo Tinjau Aceh Tamiang, Rapat Darurat Bencana Tersela Kumandang Azan
Ribuan Warga Serbu Ragunan, Awali 2026 dengan Kumpul Keluarga dan Sepeda Santai
Prabowo Tinjau Langsung 15 Ribu Hunian Korban Bencana di Aceh Tamiang