Jembatan Gantung Garuda Akhirnya Berdiri, Warga Pekon Umbar Lega
LAMPUNG GEH – Selasa lalu, suasana di Pekon Umbar, Kelumbayan, terasa berbeda. Jembatan Gantung Garuda yang membentang 120 meter itu akhirnya diresmikan. Bagi warga setempat, ini bukan sekadar infrastruktur biasa. Selama bertahun-tahun, sungai yang mengalir di bawahnya adalah penghalang besar bagi segala aktivitas mereka.
Kini, semua berubah. Anak-anak bisa ke sekolah tanpa was-was, petani mudah mencapai kebun, dan akses ke layanan kesehatan pun tak lagi jadi mimpi. Terutama saat hujan turun dan debit air melonjak. Kehadiran jembatan ini disambut dengan suka cita yang nyata.
Panglima Kodam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, hadir dalam peresmian. Ia menegaskan, pembangunan ini adalah wujud nyata kehadiran negara di daerah-daerah yang selama ini terasa terpencil.
“Ini perintah langsung dari Presiden. Intinya, buka akses dan percepat pembangunan,” ujarnya.
Ia melanjutkan, tujuan utamanya jelas: keselamatan anak sekolah dan kemudahan beraktivitas warga. Menurutnya, jembatan ini diharapkan bisa jadi pengungkit ekonomi masyarakat sekitar.
“Karena ini dibangun bersama, kami berharap masyarakat ikut menjaga jembatan ini agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” tambah Kristomei.
Proses pengerjaannya terhitung singkat, hanya sekitar enam hari. Rahasianya? Gotong royong. Warga turun langsung membantu, sehingga tak ada kendala yang berarti selama pembangunan.
Di sisi lain, Bupati Tanggamus Mohammad Saleh Asnawi tak ketinggalan menyampaikan apresiasi. Peran TNI dalam membangun infrastruktur ini, katanya, sangat membantu.
“Harapannya, akses yang dulu terhambat sekarang terbuka lebar. Perekonomian dan pembangunan di Pekon Umbar harus bisa melesat lebih cepat,” tutur Asnawi.
Perasaan lega itu paling terasa di antara warga. Seperti Juwita, salah satu ibu rumah tangga di pekon itu. Ia mengaku sangat bersyukur.
“Dulu kalau air sungai besar, ya repot. Anak-anak sering telat atau malah nggak sampai sekolah. Belum lagi kalau ada yang harus ke puskesmas. Sekarang, alhamdulillah, jauh lebih tenang,” ungkap Juwita.
Ia juga menyampaikan terima kasihnya kepada Presiden, TNI, dan Kodam setempat. Jembatan itu, baginya, adalah jawaban atas kebutuhan yang sudah terlalu lama ditunggu.
Jembatan Gantung Garuda kini bukan hanya penghubung dua tepian. Ia menjadi simbol harapan baru bagi warga Pekon Umbar. Sebuah langkah kecil yang dampaknya akan terasa sangat besar dalam keseharian mereka.
Artikel Terkait
Rooney Ingatkan Risiko Euforia United Strands, Cunha Tegaskan Fokus Hanya pada Poin
Tyler Morton Ungkap Kurangnya Kepercayaan dari Arne Slot Sebabkan Hengkang ke Lyon
Persib Dikabarkan Intip Kiper Belanda Ronald Koeman Jr.
Gempa Magnitudo 3,1 Guncang Sukabumi, Dirasakan di Piru