“Sejak ayahnya masuk tahanan,”
jawabnya pelan, sambil menggendong buah hatinya yang rewel dan menangis.
Mendengar penuturan itu, Kombes Luthfie tak tinggal diam. Ia segera memberikan bantuan. Susu kotak untuk bayi dan bantuan biaya lainnya diserahkan untuk meringankan beban keluarga tersebut.
“Iya, makasih Pak,”
ucap istri IRF dengan rasa haru.
Kini, keadaan mulai membaik. Anak tahanan itu akhirnya mendapat penanganan medis yang semestinya. Keluarga itu juga sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Terapi pengobatan untuk si kecil pun sudah berjalan.
Kisah ini kemudian diunggah Luthfie di akun Instagram pribadinya, @luthfie.daily. Dalam captionnya, ia menulis dengan penuh empati, “Betapa besar pengorbanan seorang ayah terhadap keluarganya. Semoga adek (IRF) cepat diberikan kesembuhan dan kembali ceria seperti sediakala.”
Sebuah narasi yang mengingatkan kita, bahwa seringkali kejahatan punya wajah yang sangat kompleks. Dilandasi keputusasaan, bukan sekadar niat jahat semata.
Artikel Terkait
Turki Pastikan Tiket ke Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Kosovo
Mahfud MD Sebut Penyiraman Aktivis Andrie Yunus sebagai Operasi Intelijen
Republik Ceko Lolos ke Piala Dunia Usai Kalahkan Denmark Lewat Adu Penalti
Pemerintah Terapkan WFH Sehari Seminggu bagi ASN, Berlaku Setiap Jumat