Cuaca buruk dan medan yang sulit kini jadi tantangan utama dalam pencarian Syafiq Ridhan Ali Razan, pendaki berusia 18 tahun asal Magelang yang hilang di Gunung Slamet. Hujan deras mengguyur kawasan itu sejak pagi, menyisakan kabut tebal dan jalur yang licin.
Kepala BPBD Kabupaten Pemalang, Andri Adi, mengonfirmasi bahwa basecamp pendakian via Desa Dipajaya, Pulosari, terpaksa ditutup sementara. Penutupan ini dilakukan agar seluruh pengurus dan relawan bisa fokus pada operasi pencarian.
“Hari ini jalur pendakian via Dipajaya ditutup untuk fokus pencarian,”
ujar Andri pada Rabu (31/12).
Menurutnya, puluhan relawan sudah disebar. Pencarian bahkan diperluas hingga ke area perbatasan antar kabupaten. Gunung Slamet sendiri wilayahnya mencakup lima kabupaten: Pemalang, Banyumas, Purbalingga, Tegal, dan Brebes. Cakupannya luas, medannya berat.
“Kami sudah menerjunkan empat tim, namun hingga kini survivor belum ditemukan,”
jelasnya lagi.
Andri tak menampik bahwa kondisi alam sangat menghambat upaya mereka. Ia pun mengajak publik untuk turut membantu dengan cara mereka sendiri.
“Jadi memang hari ini hujan terus dan kabutnya lumayan tebal. Medan juga licin dan terjal. Kami minta doanya agar survivor dapat segera ditemukan,”
kata Andri menambahkan harapan sekaligus kekhawatiran yang nyata.
Artikel Terkait
AS Monaco Resmi Aktifkan Opsi Pembelian Ansu Fati dari Barcelona Senilai 11 Juta Euro
James Milner Pensiun di Usia 40 Tahun, Tutup Karier 24 Musim dengan Rekor 658 Laga di Premier League
Kemenag Sembelih 12 Sapi dan 6 Kambing, Salurkan 1.200 Paket Daging Kurban serta Santunan Anak Yatim
Pelaku Curanmor Bersenpi Tewas Ditembak, Polisi Ringkus Satu Komplotan di Tulang Bawang