“Kemudian pimpinan mengarahkan kami untuk segera koordinasi dengan PUPR, Dishub dan instansi terkait lain untuk penanganan dan pengamanan jalur,” ungkapnya.
Tim gabungan pun turun tangan membersihkan material. Upaya mereka membuahkan hasil; akses jalan kini sudah bisa dilalui lagi. Meski begitu, pembersihan sisa-sisa material masih terus dilakukan demi keamanan pengendara.
Namun begitu, ancaman belum benar-benar berlalu. Sukanta mengingatkan, Kabupaten Lebak masih dalam periode ancaman hidrometeorologi. Curah hujan tinggi masih berpotensi memicu longsor susulan atau banjir.
“Kami terus menyampaikan, mengimbau kepada masyarakat agar siaga karena kondisi ekstrem masih mengintai,” tandasnya.
Peringatannya jelas: kewaspadaan harus tetap dijaga. Alam kadang memang tak terduga.
Artikel Terkait
Pemprov Sulsel Tegaskan Anggaran Sewa Helikopter Rp 2 Miliar Belum Direalisasi
Arus Balik Lebaran 2026 Resmi Berakhir, 3,38 Juta Kendaraan Masuk Jabotabek
Kebocoran Diduga Picu Ledakan dan Kebakaran di SPBE Cimuning Bekasi
Aturan Larangan Ponsel di Sekolah Makassar Picu Pro-Kontra di Kalangan Siswa