Tebing Ambrol di Lebak, Aktivitas Galian Pasar Diduga Jadi Pemicu

- Rabu, 31 Desember 2025 | 12:06 WIB
Tebing Ambrol di Lebak, Aktivitas Galian Pasar Diduga Jadi Pemicu

Sabtu lalu, suasana di ruas Jalan Raya Pasirkuray-Cisitu tiba-tiba berubah. Tebing setinggi 50 meter di Desa Cisitu, Lebak, ambrol. Material tanah dan batu-batu besar menutupi jalan, memutus akses kendaraan seketika.

Kepala BPBD Kabupaten Lebak, Sukanta, membenarkan kejadian ini. Menurut analisis sementara, tanah yang labil jadi biang keroknya. Tapi itu bukan satu-satunya faktor.

“Itu hari Sabtu (27/12). Kami menerima laporan longsor di jalur Pasirkuray-Cisitu tepatnya di sekitar Gunung Walang. Penyebabnya tanah labil dan ada aktivitas penggalian pasir oleh masyarakat. Padahal itu sudah diingatkan oleh tokoh adat karena tebingnya cukup tinggi,” jelas Sukanta, Rabu (31/12).

Ya, aktivitas penggalian pasir di sekitar lokasi disebut-sebut memperparah keadaan. Padahal, himbauan dari para tokoh adat untuk menghentikan penggalian sudah sering disampaikan. Sayangnya, imbauan itu seperti angin lalu.

Longsor Sabtu itu ternyata bukan yang pertama. Sukanta mengungkapkan, sehari sebelumnya, Jumat (26/12), sudah terjadi dua titik longsor di jalur yang sama, persis sebelum Jembatan Cikidang. Kejadian beruntun ini membuat pihaknya langsung bergerak cepat.

“Kemudian pimpinan mengarahkan kami untuk segera koordinasi dengan PUPR, Dishub dan instansi terkait lain untuk penanganan dan pengamanan jalur,” ungkapnya.

Tim gabungan pun turun tangan membersihkan material. Upaya mereka membuahkan hasil; akses jalan kini sudah bisa dilalui lagi. Meski begitu, pembersihan sisa-sisa material masih terus dilakukan demi keamanan pengendara.

Namun begitu, ancaman belum benar-benar berlalu. Sukanta mengingatkan, Kabupaten Lebak masih dalam periode ancaman hidrometeorologi. Curah hujan tinggi masih berpotensi memicu longsor susulan atau banjir.

“Kami terus menyampaikan, mengimbau kepada masyarakat agar siaga karena kondisi ekstrem masih mengintai,” tandasnya.

Peringatannya jelas: kewaspadaan harus tetap dijaga. Alam kadang memang tak terduga.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar