Ultimatum Tarik Pasukan
Tak cuma desakan, Saudi juga mengajukan permintaan konkret. Mereka meminta UEA untuk menarik pasukannya dari Yaman dalam waktu 24 jam, sesuai permintaan pemerintah Yaman. Semua bentuk bantuan untuk STC atau kelompok lain harus dihentikan.
Harapannya, hubungan bilateral kedua negara tetap terjaga dan stabilitas kawasan tidak terusik.
Tanggapan dari UEA
Sementara itu, dari Abu Dhabi datang respons yang berbeda. Kementerian Pertahanan UEA menyatakan bahwa mereka sebenarnya sudah menarik sebagian besar pasukannya dari Yaman sejak 2019. Keikutsertaan mereka dalam Koalisi Arab dimulai pada 2015, untuk melawan kelompok Houthi yang didukung Iran.
Mereka mengakui masih ada sedikit personel yang tersisa. Namun, pasca-pemboman di Mukalla oleh Saudi, Kemhan UEA memutuskan untuk menarik semua sisa pasukan itu. Alasannya, demi keselamatan personel mereka sendiri.
Jadi, situasinya kini seperti ini: Saudi merasa terancam dan memberi ultimatum, sementara UEA bersikukuh sudah memulai penarikan dan merasa langkah Saudi justru membahayakan.
Artikel Terkait
Analis MNC Sekuritas: IHSG Masih Rentan Koreksi Meski Ditutup Menguat
Pelatih PSM Akui Laga Kontra PSIM di Yogyakarta Akan Berat dan Sulit
Hidayat Nur Wahid Apresiasi Peran Pakistan dalam Gencatan Senjata AS-Iran
Gibran Desak Persidangan Kasus Penyegraman Andrie Yunus Berjalan Jujur dan Terbuka