Walau peluang penguatannya rendah, dampak tidak langsungnya sudah bisa dirasakan. BMKG mengungkapkan bahwa sistem ini akan memengaruhi cuaca ekstrem dan kondisi perairan di Tanah Air dalam 24 jam ke depan, tepatnya hingga 1 Januari pukul 07.00 WIB.
Lalu, daerah mana saja yang akan merasakan imbasnya? Untuk hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mungkin dibarengi angin kencang wilayahnya meliputi Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.
Sementara angin kencang sendiri berpotensi terjadi di Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, serta Jawa Barat.
Tak hanya di darat, kondisi laut juga perlu diperhatikan. Gelombang dengan ketinggian 1.25 hingga 2.5 meter (kategori moderate sea) diprakirakan terjadi di Samudera Hindia barat Bengkulu, perairan barat Bengkulu, Samudera Hindia selatan DI Yogyakarta, dan perairan selatan Jawa Barat hingga DI Yogyakarta.
Lebih mengkhawatirkan lagi, gelombang tinggi kategori rough sea (2.5 – 4.0 meter) berpeluang menghantam Samudera Hindia selatan Lampung, perairan selatan Lampung, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Banten, dan Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Tengah.
Jadi, bagi yang punya rencana perjalanan atau aktivitas di laut, sebaiknya ditunda dulu. Keadaan bisa jadi cukup berbahaya.
Artikel Terkait
Pemprov Sulsel Tegaskan Anggaran Sewa Helikopter Rp 2 Miliar Belum Direalisasi
Arus Balik Lebaran 2026 Resmi Berakhir, 3,38 Juta Kendaraan Masuk Jabotabek
Kebocoran Diduga Picu Ledakan dan Kebakaran di SPBE Cimuning Bekasi
Aturan Larangan Ponsel di Sekolah Makassar Picu Pro-Kontra di Kalangan Siswa