Arthur Irawan Soroti Performa Ezra Walian: Layak Kembali ke Timnas

- Minggu, 04 Januari 2026 | 13:15 WIB
Arthur Irawan Soroti Performa Ezra Walian: Layak Kembali ke Timnas

JAKARTA – Arthur Irawan tak bisa menyembunyikan rasa puasnya. Pemilik Persik Kediri itu menyoroti performa apik Ezra Walian, striker naturalisasi yang jadi andalan klubnya. Khususnya di Super League 2025-2026, menurut Arthur, Ezra menunjukkan kualitas yang tak bisa diabaikan. Bahkan, ia dengan tegas menyebut sang pemain layak mendapat panggilan kembali ke Timnas Indonesia.

Statistik berbicara. Hingga pekan ke-16, catatan Ezra sudah mencapai lima gol dan enam assist. Dan kompetisi masih panjang, artinya angka-angka itu masih sangat mungkin bertambah.

“Ya, buat saya jelas karena pemain Timnas itu juga beberapa harus dipilih dari liga. Karena Liga kita juga lebih maju, lebih kompetitif, lebih bagus sekarang,” ujar Arthur saat ditemui di SUGBK, Jakarta, Minggu (4/1/2026).

Arthur pun melanjutkan, “Pastinya pemain yang perform di liga itu layak untuk dicoba di Timnas. Apalagi Ezra sudah ada pengalaman di Timnas.”

Argumennya sederhana namun kuat. Kontribusi nyata di lapangan. “Kontribusinya jelas ya dengan 6 assist, 5 gol. Menurut saya dia layak. Man of the match-nya juga banyak tentunya,” tambahnya.

Sebagai mantan pemain Timnas sendiri, Arthur merasa tim pelatih harus jeli melihat talenta dalam negeri. Ia mendorong agar Ezra diberi kesempatan. Namun begitu, ia juga sadar sepenuhnya bahwa keputusan akhir bukan di tangannya.

“Menurut saya dia layak untuk dicoba di Timnas. Tapi kembali lagi, itu terserah pelatih Timnas,” tegas pria 32 tahun itu.

Dan saat ini, yang memegang kendali adalah John Herdman. Pelatih asal Inggris itu mengambil alih kursi kepelatihan Timnas Indonesia pada Oktober 2025, menggantikan Patrick Kluivert. Kini, semua mata tertuju padanya untuk menilai siapa-siapa saja yang akan memperkuat skuad Garuda.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar