Lalu, apa sebenarnya ‘kuburan’ pesawat yang disebutkan Sutisna itu? Lokasinya tak jauh dari Desa Pondok Udik, tepatnya di Jalan Raya Kemang-Parung. Aktivitas di tempat itu sudah berjalan sekitar lima tahun terakhir.
Yang jelas, ini adalah kali pertama potongan pesawat sebesar itu bisa terbang dan menimpa permukiman. “Baru kali ini terjadi. Kami juga kaget. Puting beliungnya terjadi sangat singkat, nggak sampai dua menit,” kenangnya.
Keluhan Warga yang Terdampak
Di antara korban, ada Ayi (28 tahun). Atap rumahnya penyok dan bolong ditimpa sayap pesawat. Situasinya jadi serba salah. Setiap kali hujan turun, air dengan mudahnya masuk dan membanjiri bagian dalam rumah.
Ayi merasa kesal karena puing pesawat itu belum juga diangkat. Hal itu menghalanginya untuk segera memperbaiki rumah. Harapannya cuma satu.
Sekarang, semua mata tertuju pada kerja tim evakuasi dengan crane-nya. Warga menunggu, sambil berharap cuaca tetap cerah dan hujan tak datang sebelum atap mereka kembali tertutup.
Artikel Terkait
Ledakan Tabung Gas di Pabrik Gizi Ngawi Lukai Satu Pekerja
Kedubes Iran Kunjungi Keluarga di Kampar yang Beri Nama Bayi Ali Khamenei
Wamen Pertanian Soroti Impor Gula Rafinasi Tekan Harga Petani
Tersangka Peragakan Ulang Pembunuhan Sadis dan Pemotongan Mayat di Brebes