Dia menambahkan, "Ini adalah periode yang sensitif. Ini bukan waktu yang tepat."
Bantahan Keras dari Ukraina
Tentu saja, Ukraina membantah keras semua tuduhan itu. Presiden Volodymyr Zelensky menyebut klaim Moskow cuma rekayasa. Menurutnya, ini taktik Rusia untuk menggagalkan proses perdamaian yang sedang berjalan.
Pihak Ukraina juga menyoroti satu hal: Moskow dianggap lamban, bahkan tidak, dalam memberikan bukti. Padahal, hampir 24 jam telah berlalu sejak tudingan pertama dilontarkan.
Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Sybiga, menulis di media sosial dengan nada kesal.
"Hampir sehari berlalu dan Rusia masih belum memberikan bukti yang masuk akal," tulisnya.
"Dan mereka tidak akan memberikannya. Karena memang tidak ada. Tidak ada serangan semacam itu."
Artikel Terkait
Pemprov Sulsel Tegaskan Anggaran Sewa Helikopter Rp 2 Miliar Belum Direalisasi
Arus Balik Lebaran 2026 Resmi Berakhir, 3,38 Juta Kendaraan Masuk Jabotabek
Kebocoran Diduga Picu Ledakan dan Kebakaran di SPBE Cimuning Bekasi
Aturan Larangan Ponsel di Sekolah Makassar Picu Pro-Kontra di Kalangan Siswa