Bantahan Keras Soal Kiriman Senjata
Di sisi lain, insiden pengeboman di Mukalla memicu saling klaim. Kementerian Luar Negeri UEA dengan tegas membantah telah mengirimkan senjata ke Yaman.
Mereka mengakui ada pengiriman kendaraan, tapi itu murni untuk keperluan pasukan UEA sendiri yang masih beroperasi di lapangan.
"Uni Emirat Arab menyatakan keprihatinan atas pernyataan dari Kerajaan Arab Saudi, beserta ketidakakuratan mendasar di dalamnya mengenai peran kami di Yaman," demikian sanggahan Kemlu UEA.
Dan mereka menegaskan lagi,
"Pengiriman itu sama sekali tidak membawa senjata. Kendaraan yang dibongkar itu bukan untuk pihak Yaman manapun, melainkan untuk pasukan kami sendiri."
Jadi, narasinya bersimpangan. Saudi melihatnya sebagai pengiriman senjata gelap, sementara UEA bersikukuh itu hanya logistik rutin untuk tentaranya. Yang jelas, ketegangan ini berujung pada keputusan UEA untuk membawa pulang anak buahnya sebuah langkah yang bisa mengubah dinamika di medan konflik Yaman yang sudah ruwet ini.
Artikel Terkait
Pemerintah Terapkan WFH Sehari Seminggu bagi ASN, Berlaku Setiap Jumat
Indonesia Kuasai 60% Pasar Sawit Global, tapi Harga Masih Ditentukan Luar Negeri
Nelayan di Pacitan Tewas Diduga Terseret Ombak Saat Melaut
Ragnar dan Verdonk Pulang Bareng ke Eropa, Bawa Misi Berbeda ke Klub Masing-masing