Bayi Ditemukan di Lubang Septic Tank, Warga Tanggamus Geger
Suasana malam di Dusun Sriwidodo, Pekon Wonoharjo, tiba-tiba berubah riuh. Warga digegerkan oleh sebuah penemuan yang mengiris hati: seorang bayi perempuan tergeletak di dasar lubang septic tank bekas. Lokasinya di Sumberejo, Tanggamus. Lubang itu sendiri kedalamannya mencapai tiga meter.
Menurut Kapolsek Sumberejo, Iptu Zulkarnain, peristiwa ini terjadi pada Senin malam, tepatnya sekitar pukul 23.30 WIB. Bayi malang itu ditemukan dalam keadaan terbungkus kain sarung.
Semua berawal dari kewaspadaan seorang warga. Saat hendak mengambil air minum di dapur, ia mendengar suara tangisan lemah dari arah belakang rumah. Suaranya mirip seperti kucing.
“Karena penasaran dan merasa ada yang tidak beres, saksi pun menelusuri sumber suara itu,” jelas Zulkarnain.
Ternyata, suara itu berasal dari dalam sebuah lubang septic tank yang sudah tidak terpakai. Bukan suara kucing.
“Setelah dipastikan suara itu adalah suara bayi, saksi segera meminta pertolongan warga sekitar dan mengevakuasi bayi dari dalam lubang,” tambahnya.
Begitu laporan masuk, petugas kepolisian bersama tenaga medis langsung bergerak cepat ke tempat kejadian. Tujuannya untuk penanganan awal.
“Begitu menerima informasi, anggota langsung ke TKP untuk mengamankan dan memastikan kondisi bayi. Bayi ditemukan di dalam lubang bekas septic tank dan berhasil diselamatkan,” kata Zulkarnain.
Setelah berhasil dikeluarkan, bayi itu langsung dibersihkan oleh warga yang berempati. Pertolongan pertama kemudian diberikan oleh bidan desa setempat.
Dari pemeriksaan awal, terlihat ada beberapa memar di tubuh bayi perempuan itu. “Ada memar di bagian lutut kiri, lutut kanan, serta pada bagian hidung. Alhamdulillah kondisi bayi saat ini stabil dan dalam perawatan bidan desa. Kami terus melakukan pemantauan,” tegas Kapolsek.
Di sisi lain, penyelidikan sudah dimulai. Polisi sedang berusaha mengungkap siapa orang tua bayi dan motif di balik kejadian yang diduga kuat sebagai penelantaran ini.
Zulkarnain juga mengimbau masyarakat untuk membantu.
“Kami mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait orang tua bayi tersebut agar segera melapor ke Polsek maupun Bhabinkamtibmas atau dapat menghubungi layanan 110,” tutupnya.
Kini, bayi itu masih dalam pemantauan ketat. Sementara desa yang tenang itu masih diselimuti tanda tanya dan rasa haru campur sedih.
Artikel Terkait
Regulasi Baru 2026 dan Mobil Anyar Warnai Grid F1 Jelang Melbourne
Mantan Bawahan Kapolres Bima Kota Simpan Koper Berisi Narkoba Atas Permintaan Didik
Kapal Penumpang Terpaksa Putar Balik Diterjang Cuaca Ekstrem di Perairan Sulawesi
Sumur Laccokkong di Bone, Saksi Bisu Ritual Kerajaan Abad ke-15