Sistem Maxim dan Sejenisnya Perlu Diubah, Agar Tak Ada Lagi Air Mata Driver
✍🏻 Abu Usaid Al-Munawy
Kejadiannya tadi siang. Seorang bapak driver Maxim datang ke gerai Mie Gacoan untuk mengambil pesanan. Sudah bayar, eh, ternyata pesanan dibatalkan customer di aplikasi.
Dia pun balik ke kasir. Muka penuh harap, ingin menukar mie yang sudah dibayarnya itu dengan uang kembali. Sayangnya, pihak gerai bilang sistem mereka tak memungkinkan pengembalian dana. Mereka benar secara aturan.
Lalu apa yang terjadi? Bapak itu terlihat bingung. Wajahnya pucat, bibir bergetar. Sedih dan tak tahu harus berbuat apa. Saya yang melihatnya jadi ikut trenyuh.
Akhirnya, saya beli saja mie Gacoan itu darinya. Bukan sok kaya, ya. Coba saya rasakan posisinya. Sama-sama cari rezeki halal, cuma beda cara. Saya jualan kambing, dia mengantar pesanan.
Namun begitu, kejadian ini bikin saya berpikir. Menurut saya, pemilik Maxim dan aplikasi sejenisnya harus segera mengubah sistem.
Caranya gimana? Simple. Pesanan dari customer baru boleh dibeli oleh driver setelah mereka membayar lebih dulu di aplikasi. Jadi, kalau batal, yang rugi bukan driver yang sudah keluar duit cash.
Coba bayangkan. Dalam sehari, seorang driver bisa mengalami hal seperti ini beberapa kali. Atau, beberapa driver merasakan kekecewaan yang sama. Mereka cuma bisa memendam kesal sendiri. Marah, tapi tak tahu harus ditujukan ke mana. Sistemnya memang begitu.
Ini jelas kezaliman.
Maka, saya harap pesan ini sampai ke pengelola aplikasi. Perhatikanlah orang-orang yang bekerja untuk kalian. Mereka tulang punggung bisnis ini.
Jangan biarkan mereka terus terzalimi. Jangan biarkan ada lagi yang pulang dengan mata berkaca-kaca karena uang receh untuk anak istri tergerus sistem yang tak adil.
Kenyamanan customer itu penting, iya. Tapi jangan sampai dibangun di atas tangisan para driver yang mengais rezeki jujur untuk keluarga.
Sudah saatnya ada perubahan. Terima kasih.
Artikel Terkait
Harry Kane Capai 500 Gol Sepanjang Karier Profesional
Mantan Kapolres Bima Kota Tersangka Narkoba Belum Ditahan, Tunggu Proses Propam
Bali United Tumbang Lagi, Kekalahan Ketiga Beruntun Usai Ditaklukkan Persija
Eks Kapolres Bima Kota Tersangka Narkoba Belum Ditahan, Tunggu Sidang Kode Etik