Caranya gimana? Simple. Pesanan dari customer baru boleh dibeli oleh driver setelah mereka membayar lebih dulu di aplikasi. Jadi, kalau batal, yang rugi bukan driver yang sudah keluar duit cash.
Coba bayangkan. Dalam sehari, seorang driver bisa mengalami hal seperti ini beberapa kali. Atau, beberapa driver merasakan kekecewaan yang sama. Mereka cuma bisa memendam kesal sendiri. Marah, tapi tak tahu harus ditujukan ke mana. Sistemnya memang begitu.
Ini jelas kezaliman.
Maka, saya harap pesan ini sampai ke pengelola aplikasi. Perhatikanlah orang-orang yang bekerja untuk kalian. Mereka tulang punggung bisnis ini.
Jangan biarkan mereka terus terzalimi. Jangan biarkan ada lagi yang pulang dengan mata berkaca-kaca karena uang receh untuk anak istri tergerus sistem yang tak adil.
Kenyamanan customer itu penting, iya. Tapi jangan sampai dibangun di atas tangisan para driver yang mengais rezeki jujur untuk keluarga.
Sudah saatnya ada perubahan. Terima kasih.
Artikel Terkait
Jakarta Pertamina Enduro Kalahkan Popsivo Polwan 3-1, Lolos ke Grand Final Proliga 2024
Polres Bone Amankan 500 Gram Sabu dan Tersangka dalam Operasi Undercover
FAO Catat Kenaikan Harga Pangan Global Kedua Kalinya Berturut-turut
Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Perairan Mentawai, Belum Ada Laporan Kerusakan