Serangan siber yang penuh kebencian kini menerpa selebgram Sherlyannavita. Bukti-bukti tangkapan layar yang beredar luas mengonfirmasi hal itu. Serangan ini tak main-main, menjalar dari media sosial hingga menyentuh kehidupan nyatanya.
Komentar-komentar yang tercatat sungguh keji. Ada yang menyebut "mati aja lu sampah", "babi droe", hingga tuduhan menyebar dusta dan ancaman bernuansa agama. Yang paling menusuk, salah satu komentar secara khusus menuduh korban memanfaatkan musibah di Aceh hanya untuk mencari popularitas.
Dalam unggahannya, Sherlyannavita mengaku serangan ini sudah sangat personal.
"Dm instagram dan no pribadi juga sudah berhari-hari tidak luput dari makian dan ancaman,"
tulisnya. Tak tinggal diam, ia pun melawan. Ia mengajak publik untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran dan melaporkan kejadian ini secara terbuka. Beberapa akun resmi pemerintah seperti @prabowo dan @dpr_ri ia sebut, disertai tagar hukum dan kemanusiaan.
Ini bukan kasus pertama, sayangnya. Sebelumnya, selebgram dj_donny juga merasakan teror serupa. Pola serangannya terlihat terkoordinasi, seolah ada upaya sistematis untuk membungkam suara-suara kritis lewat intimidasi. Situasi seperti ini jelas mengancam kebebasan berekspresi dan rasa aman kita di dunia digital.
Di akhir pernyataannya, Sherlyannavita berharap praktik semacam ini segera dihentikan. Alasannya, karena hal itu "merugikan kita semua sebagai sebuah bangsa." Kasus ini lagi-lagi menjadi alarm yang mendesak: penegakan hukum siber dan etika bermedia sosial tak bisa ditunda lagi.
Gambar terkait: Sebuah tangkapan layar yang menunjukkan deretan komentar kasar dan ancaman di media sosial.
Artikel Terkait
Mantan Bawahan Kapolres Bima Kota Simpan Koper Berisi Narkoba Atas Permintaan Didik
Kapal Penumpang Terpaksa Putar Balik Diterjang Cuaca Ekstrem di Perairan Sulawesi
Sumur Laccokkong di Bone, Saksi Bisu Ritual Kerajaan Abad ke-15
Rosatom Tawarkan Solusi Nuklir untuk Dukung Visi 2030 Arab Saudi di Pameran Riyadh