Ketum PRIMA Desak Pilkada hingga Pilkades Kembali ke Sistem Perwakilan

- Selasa, 30 Desember 2025 | 08:50 WIB
Ketum PRIMA Desak Pilkada hingga Pilkades Kembali ke Sistem Perwakilan

Ketum Partai PRIMA Usul Pilkada hingga Pilkades Tak Lagi Langsung

JAKARTA – Ada usulan mengejutkan yang dilontarkan Agus Jabo Priyono. Ketua Umum DPP Partai PRIMA itu mendesak perubahan besar pada cara kita memilih pemimpin daerah. Mulai dari gubernur, bupati, sampai kepala desa, menurutnya, sebaiknya tidak lagi dipilih langsung oleh rakyat.

“Pemilihan langsung selama ini memang disebut demokratis, tetapi dalam praktiknya justru menimbulkan banyak persoalan,” ujar Agus Jabo dalam pernyataannya, Senin (29/12/2025).

Ia menyoroti sederet masalah yang kerap muncul. Biaya politik yang membengkak luar biasa, praktik politik uang yang sulit dikendalikan, hingga konflik di tingkat akar rumput yang mengoyak kerukunan. Menurutnya, semua itu justru membuat suara rakyat kecil semakin tenggelam.

Lalu, apa alternatifnya? Agus Jabo mengusulkan sistem perwakilan atau musyawarah mufakat. Model semacam ini, katanya, lebih cocok dengan karakter bangsa Indonesia yang mengedepankan gotong royong. Selain itu, bisa meredam polarisasi dan transaksi politik yang marak belakangan ini.

Bagi PRIMA, demokrasi tak cuma soal kotak suara. Yang lebih penting adalah apakah proses politik itu mampu mewujudkan keadilan dan kesejahteraan nyata. Karena itulah, evaluasi menyeluruh terhadap sistem pemilihan dirasa mendesak untuk dilakukan.

“Demokrasi Indonesia seharusnya kembali pada ruh gotong royong dan musyawarah mufakat, bukan demokrasi liberal yang hanya menguntungkan pemilik modal,” tegas Agus Jabo dengan nada keras.

Di sisi lain, partainya mendorong wacana ini untuk dibuka lebar. Mereka ingin semua kalutan dilibatkan dalam diskusi, mulai dari akademisi, tokoh masyarakat, hingga organisasi akar rumput. Tentu saja, semua perubahan harus berjalan konstitusional dan mengutamakan kepentingan publik.

“Tujuan akhirnya adalah menghadirkan pemerintahan yang kuat, bersih, dan benar-benar bekerja untuk rakyat, bukan sekadar memenangkan kontestasi politik,” pungkasnya.

Usulan ini dipastikan akan memantik perdebatan panjang. Apalagi, sistem pemilihan langsung sudah berjalan bertahun-tahun dan dianggap sebagai pilar demokrasi. Namun, kritik yang dilontarkan Agus Jabo tentang dampak negatifnya juga sulit dipungkiri. Menarik untuk dilihat bagaimana respons publik dan politisi lain.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar