Samuel dibawa ke kantor Polda Jatim dengan mobil hitam sekitar pukul 14.20 WIB. Tangannya diborgol dengan cable ties. Sepanjang perjalanan, ia hanya tertunduk, tak berkata sepatah kata pun.
Kombes Pol Widi Atmoko, Dirreskrimum Polda Jatim, mengonfirmasi penangkapan ini. Samuel resmi ditetapkan sebagai tersangka. Bukan cuma dia. Seorang lagi, Muhammad Yasin alias MY, yang berperan langsung mengusir Elina, juga sudah ditetapkan sebagai buronan.
Samuel kini diperiksa secara intensif. Sementara untuk Yasin, polisi masih memburunya. “Tim kami masih di lapangan untuk melakukan penangkapan terhadap MY,” tambah Widi.
Pembagian Tugas dalam Aksi Kekerasan
Dari penyelidikan, peran kedua tersangka mulai jelas. Samuel diduga bertugas membawa serta sekelompok orang untuk melakukan aksi kekerasan.
Adapun peran Yasin lebih langsung. Ia disebut bersama tiga orang lainnya yang secara fisik mengangkat dan mengeluarkan Elina dari rumah.
Atas perbuatannya, Samuel terancam hukuman penjara maksimal 5 tahun 6 bulan berdasarkan Pasal 170 KUHP. Polisi berencana menahannya segera setelah pemeriksaan intensif selesai. Perjalanan hukum kasus pengusiran paksa yang menyedihkan ini masih panjang.
Artikel Terkait
Oknum TNI-Polri Diamankan Usai Keroyok Brutal di Kafe Rantepao
Dua Korban Luka Serius Usai Dikeroyok Diduga Oknum TNI-Polri di Kafe Toraja
PSM Makassar Siapkan 5.193 Tiket Online untuk Duel Sengit Kontra Persis Solo
Perajin Tegal Pangkas Ukuran Tahu Imbas Harga Kedelai Impor Melonjak